top of page

Kesedihan di Hari Lebaran

Lebaran umumnya menjadi momen suka cita. Tapi, tidak buat para tahanan politik Orde Baru.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para tahanan bersalaman selepas salat Idulfitri.

15 Jun 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 16 Mar

SUARA takbir menggema. Para tahanan politik (tapol) muslim di Kamp Plantungan sibuk menyiapkan zakat fitrah untuk penduduk sekitar kamp. Meski dalam kondisi serba kekurangan, mereka masih sanggup untuk berzakat. Mereka mengumpulkannya dari penjualan barang-barang produksi selama di kamp.


Kamp Plantungan memang dibuat agar para tapol bisa memproduksi kebutuhan sendiri. Lahannya yang luas di lereng Dieng membuatnya mudah ditanami. Itu dilakukan karena pemerintah kekurangan dana usai transisi kekuasaan sementara jumlah tahanan terlalu banyak akibat penangkapan membabi buta.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page