top of page

Ratu Elizabeth II Menyelamatkan Soebandrio

Ratu Elizabeth II menyelamatkan Duta Besar Republik Indonesia pertama untuk Inggris dari hukuman mati.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 11 Sep 2022
  • 3 menit membaca

RATU Inggris Elizabeth II meninggal dunia pada 8 September 2022 dalam usia 96 tahun. Dia pernah berjasa menyelamatkan Soebandrio dari hukuman mati. Orang nomor dua di Republik Indonesia ini didakwa terlibat dalam Gerakan 30 September 1965. Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub) menjatuhkan vonis mati kepada Soebandrio pada Oktober 1966.


Soebandrio seorang dokter bedah yang kemudian menjadi politikus. Pada awal kemerdekaan, dia menjadi anggota Partai Sosialis pimpinan Sutan Sjahrir. Untuk mencari pengakuan internasional kepada Republik Indonesia, Soebandrio ditugaskan ke Inggris. Dia mengaku mendapat tugas itu dari Presiden Sukarno.


“Sebelum berangkat ke London, saya was-was. Tetapi setelah di Inggris, keberadaan saya ternyata diterima oleh pemerintah Inggris. Memang tidak ada penyambutan saat saya datang,” kata Soebandrio dalam Kesaksianku Tentang G30S.


Sumber lain menyebut Soebandrio ditugaskan ke Inggris oleh Perdana Menteri Sutan Sjahrir.

Adam Malik dalam Mengabdi Republik Jilid II Angkatan 1945 menyebut Soebandrio sebagai tangan kanan Sutan Sjahrir –ada yang menyebut sekretaris pribadi. Mohammad Natsir meminta izin kepada Sjahrir untuk mengangkat Soebandrio sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Penerangan sewaktu Natsir menjadi Menteri Penerangan dalam Kabinet Sutan Sjahrir I. Namun, Sjahrir kemudian menarik Soebandrio dari kedudukannya sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Penerangan untuk ditempatkan di luar negeri.


“Demi kelangsungan diplomasinya dengan Inggris, Sutan Sjahrir mengangkat Soebandrio sebagai wakil pemerintahnya di London pada akhir tahun 1946,” kata Adam Malik. Tetapi, karena waktu itu Inggris belum mengakui kedaulatan Indonesia secara de jure, maka Soebandrio hanya diperbolehkan melakukan kegiatan di London sebagai Juru Penerang Indonesia dan diizinkan oleh Perdana Menteri Attlee membuka kantor penerangan di London.


Soebandrio memilih dua orang Inggris sebagai pembantunya. Kedua orang ini sudah dikenalnya karena pernah bertugas sebagai intelijen militer di Indonesia. “Mereka inilah Tom Atkinson dan Peter Humphries yang waktu itu sudah menyelesaikan tugas kemiliteran mereka,” kata Adam Malik.


Kantor perwakilan Indonesia yang dibuka Soebandrio kemudian menjadi Kedutaan Besar Republik Indonesia setelah pengakuan kedaulatan oleh Belanda pada 27 Desember 1949. Sebagai Duta Besar Republik Indonesia pertama untuk Inggris, Soebandrio sering menghadiri undangan acara Kerajaan Inggris, di mana dia bertemu dengan Ratu Elizabeth II yang bertakhta sejak tahun 1952.

Soebandrio diadili Mahkamah Militer Luar Biasa pada Oktober 1966. (Spaarnestad/Arsip Nasional Belanda).
Soebandrio diadili Mahkamah Militer Luar Biasa pada Oktober 1966. (Spaarnestad/Arsip Nasional Belanda).

Soebandrio bertugas di Inggris sekitar sembilan tahun. Dua tahun terakhir pada masa Ratu Elizabeth II berkuasa. Pada 1954, dia ditempatkan sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Soviet di Moskow.


Setelah selesai menjadi Duta Besar di Uni Soviet, Soebandrio menjabat Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri dan sejak 1957 menjadi Menteri Luar Negeri. Dia kemudian menjadi orang kepercayaan Sukarno dengan merangkap tiga jabatan: Menteri Luar Negeri, Wakil Perdana Menteri I, dan Kepala Badan Pusat Intelijen (BPI).


Sebagai Kepala BPI, Soebandrio membawa alat canggih buatan Inggris masuk ke Indonesia untuk kemajuan intelijen Indonesia. Itu terjadi sebelum dia merilis Dokumen Gillchrist yang digunakan sebagai argumen keterlibatan Amerika Serikat dan Inggris dalam menggulingkan Sukarno.


Kejayaan Soebandrio berakhir setelah peristiwa G30S. Dia diadili dan divonis mati oleh Mahmilub. Dia menjalani hukuman awal di Penjara Cimahi, Bandung. Di sini dia bertemu Letnan Kolonel Untung Sjamsuri yang juga dihukum mati.


“Sampai suatu hari di akhir 1966 Untung dijemput dari selnya oleh beberapa sipir. Diberitahukan bahwa Untung akan dieksekusi. Itulah saat-saat terakhir Untung menjalani hidupnya,” kata Soebandrio.


“Pak Ban, selamat tinggal. Jangan sedih. Empat hari lagi kita ketemu lagi di sana,” kata Untung sambil menunjuk ke atas.


“Terus terang, setelah Untung dieksekusi, saya benar-benar gelisah. Manusia mana yang tidak takut jika hari kematiannya sudah ditentukan,” kata Subandrio.


Soebandrio diberi tahu petugas bahwa dia juga akan ditembak mati pada giliran berikutnya. Namun, keajaiban datang. Dia tidak jadi dieksekusi mati. Mahmilub mengubah hukumannya menjadi seumur hidup. “Presiden AS Lyndon B. Johnson dan Ratu Inggris Elizabeth II tidak menyetujui hukuman mati bagi saya. Syukur Alhamdulillah, saya masih hidup,” kata Soebandrio.


Soebandrio merasa bersyukur karena pada awal kariernya dalam pemerintahan ditempatkan sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris. “Saat itu tidak terbayangkan oleh saya bahwa berdekatan dengan Ratu Elizabeth II kelak bisa menyelamatkan nyawa saya dari eksekusi hukuman mati yang tinggal menunggu hari,” kata Soebandrio.


Setelah menjalani penjara selama 30 tahun, Soebandrio dibebaskan pada 1995 karena alasan kesehatan. Dia meninggal dunia pada 3 Juli 2004.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Pernah menjadi wartawan perang dan penerjemah dalam momen-momen penting sejarah dunia, Sosrokartono yang menguasai banyak bahasa menutup hidup dengan ilmu kebatinan.
bg-gray.jpg
Prasasti Tugu turut meriwayatkan Kali Bekasi dan Kali Cakung Lama. Satu dari tujuh prasasti penting warisan Tarumanagara.
bg-gray.jpg
This is a story of a watch repairman who contributed to Christianization in Surabaya, Indonesia. He wanted Javanese Christians to be like the Dutch.
bg-gray.jpg
Jambi termasuk daerah sulit direbut pasukan payung dan Gadjah Merah Belanda. Diprioritaskan untuk direbut karena menjadi penghasil minyak buat Indonesia.
Setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II, pasukan Soviet berusaha mencari jenazah Adolf Hitler. Penemuan jenazah mirip Hitler memicu spekulasi bahwa pemimpin Nazi itu memiliki doppelgänger atau sosok pengganti.
Setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II, pasukan Soviet berusaha mencari jenazah Adolf Hitler. Penemuan jenazah mirip Hitler memicu spekulasi bahwa pemimpin Nazi itu memiliki doppelgänger atau sosok pengganti.
Dituding membocorkan rahasia negara, Asa Bafagih menjadi wartawan pertama yang dilaporkan ke Kejaksaan Agung. Peristiwa Bafagih sekaligus yang pertama dalam sejarah pers Indonesia ketika hak ingkar wartawan berhasil dipertahankan.
Dituding membocorkan rahasia negara, Asa Bafagih menjadi wartawan pertama yang dilaporkan ke Kejaksaan Agung. Peristiwa Bafagih sekaligus yang pertama dalam sejarah pers Indonesia ketika hak ingkar wartawan berhasil dipertahankan.
Tradisi mudik Lebaran menjadi salah satu mobilitas penduduk terbesar yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan transportasi serta infrastruktur. Grafik berikut memperlihatkan dinamika kenaikan dan penurunan jumlah pemudik di Indonesia.
Tradisi mudik Lebaran menjadi salah satu mobilitas penduduk terbesar yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan transportasi serta infrastruktur. Grafik berikut memperlihatkan dinamika kenaikan dan penurunan jumlah pemudik di Indonesia.
Propaganda perang terus bergonta-ganti wahana seturut perkembangan teknologi. Bila Indonesia punya K’Tut Tantri, dulu Blok Poros juga punya propagandis perempuan lewat radio. Kini Iran pakai AI untuk “nge-troll” Amerika.
Propaganda perang terus bergonta-ganti wahana seturut perkembangan teknologi. Bila Indonesia punya K’Tut Tantri, dulu Blok Poros juga punya propagandis perempuan lewat radio. Kini Iran pakai AI untuk “nge-troll” Amerika.
Kerajaan ini tercatat sebagai kerajaan tertua di Jawa. Raja Purnawarman, sebagai raja yang paling terkenal pernah menghadiahkan 1000 ekor sapi.
Kerajaan ini tercatat sebagai kerajaan tertua di Jawa. Raja Purnawarman, sebagai raja yang paling terkenal pernah menghadiahkan 1000 ekor sapi.
Sukses menjadi penyanyi di Belanda, Sandra Reemer amat didukung ayahnya yang mantan serdadu KNIL di Bandung.
Sukses menjadi penyanyi di Belanda, Sandra Reemer amat didukung ayahnya yang mantan serdadu KNIL di Bandung.
transparant.png
bottom of page