top of page

Yap Thiam Hien Membela Soebandrio

Pengacara dalam kasus-kasus yang menarik perhatian publik seperti perkara Soebandrio. Yap Thiam Hien membela kemanusiaan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Yap Thiam Hien menerima gelar doctor honoris causa bidang ilmu hukum dari Vrije Universiteit, Belanda, dalam perayaan Dies Natalis ke-100 pada 20 Oktober 1980. (Arsip Nasional Belanda).

1 Sep 2022
5 menit membaca

Diperbarui: 25 Mei

DALAM kasus besar yang menarik perhatian masyarakat, pengacara kerap menjadi sorotan. Pembela korban atau pelaku itu kerap tampil mewakili kliennya. Dari merekalah publik mendapatkan banyak informasi seputar kasus yang tengah bergulir. Bahkan, seperti dalam kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, pengacaranya menyampaikan keterangan-keterangan yang mengejutkan.


Dalam sejarah, salah satu pengacara yang menjadi perhatian publik adalah Yap Thiam Hien, yang dijuluki sang pendekar keadilan, karena menjadi pembela para terdakwa dalam kasus-kasus besar.


Sam Setyautama dalam Tokoh-tokoh Etnis Tionghoa di Indonesia menulis, Yap Thiam Hien pernah membela perkara Lim Koe Nio, miliarder yang berafiliasi dengan KMT (Kuomintang) di Surabaya; perkara dr. Soebandrio, Wakil Perdana Menteri dalam Mahmilub (Mahkamah Luar Biasa); perkara Oei Tjoe Tat, Menteri Negara Pembantu Sukarno tahun 1976; dan perkara Lie Hok Tay, Direktur PT Quick.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page