top of page

Revising the Colonial Image of Javanese Women

Javanese women were often portrayed as beautiful but empty-headed. This book shows that the notion is wrong and needs to be revised.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Perempuan-Perempuan Perkasa di Jawa Abad XVIII-XIX by Peter Carey and Vincent Houben.

25 Mar 2024
4 menit membaca

RATU Kencono Wulan was only the third consort of Sultan Hamengkubuwono II, but thanks to her beauty and intelligence, she became very powerful in the sultanate of Yogyakarta in the early 19th century.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page