top of page

Riwayat Ayah dan Anak van Roijen

Keluarga van Roijen punya tempat dalam sejarah diplomasi Indonesia. Sang ayah jadi juru runding Belanda dalam perundingan Roem-Roijen dan penyelesaian sengketa Papua. Anaknya menjadi duta besar Belanda untuk Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mohammad Roem (kiri) dan Jan Herman van Roijen (kanan). Keduanya adalah tokoh kunci dalam Perundingan Roem-Roijen pada 7 Mei 1949. (Nationaal Archief).

19 Agu
4 menit membaca

JAN Herman van Roijen sama sekali tak memperlihatkan raut wajah semringah usai menandatangani penyerahan Papua kepada Indonesia. Tak seperti Soebandrio, pemimpin delegasi Indonesia, yang mengumbar senyum di sana-sini. Muka kecut van Roijen menggambarkan kekecewaan bahwa Belanda telah kehilangan Papua.


Pada 15 Agustus 1962, wilayah Irian Barat yang telah lama disengketakan Belanda dan Indonesia berakhir dalam New York Agreement atau Persetujuan New York. Para mediator seperti diplomat Amerika Ellsworth Buker dan Sekjen PBB U Thant terlihat lega. Konflik yang memicu perang ini akhirnya selesai di meja perundingan. Tak perlu dibahas bagaimana bungahnya pihak Indonesia.


Nasib pahit justru dialami van Roijen. Setelah berusaha sekuat tenaga di meja perundingan, alih-alih diapresiasi, dia malah menjadi bulan-bulanan. Menteri Luar Negeri Belanda Joseph Luns bahkan melontarkan cemoohan soal latar belakang keluarga van Roijen.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page