top of page

Riwayat Tangan Kanan Ali Moertopo

Dia berkiprah di balik senyapnya operasi khusus telik sandi. Terlibat dalam serangkaian rekayasa politik tingkat tinggi di era Orde Baru.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Letjen TNI (Purn.) Suryo Prabowo (kanan) bersama mantan perwira Operasi Khusus (Opsus) Kolonel (Purn.) Aloysius Sugianto. (Instagram @suryoprabowo2011).

2 Mei 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 15 Mei

SEBUAH cuitan bersambung atas nama @abirekso mengungkap siapa sosok ayah Johannes Suryo Prabowo. Sebagaimana umum diketahui, Suryo Prabowo merupakan politisi loyalis Prabowo Subianto yang belakangan getol menggugat hasil pemilu dalam laman media sosialnya. Sebelum menggeluti dunia politik, Suryo Prabowo adalah seorang militer yang pernah menduduki sejumlah posisi penting. Jabatan terakhirnya Kepala Staf Umum TNI (2011-2012) dan pensiun dengan pangkat letnan jenderal.  


Menurut @abirekso, karier militer Suryo Prabowo tak lepas dari peran sang ayah, Rakimin Ngaeran, perwira asal Madura yang merupakan tangan kanan sang master intel Ali Moertopo.


Ngaeran banyak terlibat dalam serangkaian operasi khusus intelijen. Beberapa diantaranya seperti penyusupan rahasia ke pejabat tinggi Malaysia dan menjalin penggalangan Darul Islam (DI) untuk menghantam PKI. Pada 1965, Ngaeran disebut mengepalai badan intelijen cikal bakal Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page