top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Jejak Aksi Ali Moertopo

Ali Moertopo berada di balik beberapa peristiwa penting Orde Baru. Salah satu jenderal terpenting dalam kelompok inti di sekitar Soeharto.

Oleh :
8 Agu 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ali Moertopo. (Syahrir Wahab/TEMPO).

Diperbarui: 26 Des 2025

ALI Moertopo (1924–1984) sebuah nama yang selalu ada dalam sejarah di Indonesia pada dua dekade awal Orde Baru. Namanya selalu dikait-kaitkan ke dalam beberapa peristiwa yang pernah terjadi: mulai konfrontasi Malaysia sampai soal Komando Jihad. Dia selalu jadi desas-desus di berbagai kalangan; buah bibir yang selalu memunculkan beragam tanya: sejauh apa perannya di dalam peristiwa-peristiwa tersebut.


Ali Moertopo seperti dalang yang memainkan banyak lakon. Ali juga punya banyak kaki yang menancap di mana-mana. Dia seperti kebalikan dari karakter Mephistopheles dalam lakon Faust karya penyair Goethe. Bila Mephistopheles selalu berbuat jahat namun malah menghasilkan hal-hal baik, sementara Ali bermaksud baik namun seringkali perbuatannya menjauhkan dari iktikadnya.


Sebagai salah satu tokoh dalam panggung Orde Baru, Ali Moertopo, mengutip ahli ilmu politik Dr. Alfian, berperan sangat penting di dalam perumusan, pembentukan, dan pemantapan kerangka format politik Orde Baru. David Jenkins dalam bukunya Soeharto dan Barisan Jenderal Orba menempatkannya sebagai salah satu jenderal terpenting di dalam “kelompok inti” di sekitar Soeharto.*


Berikut ini laporan khusus Ali Moertopo

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page