top of page

Jejak Aksi Ali Moertopo

Ali Moertopo berada di balik beberapa peristiwa penting Orde Baru. Salah satu jenderal terpenting dalam kelompok inti di sekitar Soeharto.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ali Moertopo. (Syahrir Wahab/TEMPO).

9 Agu 2025
1 menit membaca

Diperbarui: 26 Des 2025

ALI Moertopo (1924–1984) sebuah nama yang selalu ada dalam sejarah di Indonesia pada dua dekade awal Orde Baru. Namanya selalu dikait-kaitkan ke dalam beberapa peristiwa yang pernah terjadi: mulai konfrontasi Malaysia sampai soal Komando Jihad. Dia selalu jadi desas-desus di berbagai kalangan; buah bibir yang selalu memunculkan beragam tanya: sejauh apa perannya di dalam peristiwa-peristiwa tersebut.


Ali Moertopo seperti dalang yang memainkan banyak lakon. Ali juga punya banyak kaki yang menancap di mana-mana. Dia seperti kebalikan dari karakter Mephistopheles dalam lakon Faust karya penyair Goethe. Bila Mephistopheles selalu berbuat jahat namun malah menghasilkan hal-hal baik, sementara Ali bermaksud baik namun seringkali perbuatannya menjauhkan dari iktikadnya.


Sebagai salah satu tokoh dalam panggung Orde Baru, Ali Moertopo, mengutip ahli ilmu politik Dr. Alfian, berperan sangat penting di dalam perumusan, pembentukan, dan pemantapan kerangka format politik Orde Baru. David Jenkins dalam bukunya Soeharto dan Barisan Jenderal Orba menempatkannya sebagai salah satu jenderal terpenting di dalam “kelompok inti” di sekitar Soeharto.*


Berikut ini laporan khusus Ali Moertopo

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page