top of page

Rupa Istana Raja-raja Hindu-Buddha

Pergantian kekuasaan dan perpindahan ibu kota kerajaan membuat istana-istana tak tersisa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kompleks bangunan dengan gerbang paduraksa dalam relief Candi Jago, Malang/foto: Risa Herdahita Putri

11 Jan 2018
4 menit membaca

Diperbarui: 3 Mei

TAK banyak yang tersisa dari istana-istana pada era kerajaan Hindu-Buddha. Alih-alih membangun istana dengan batu seperti bangunan keagamaan yang megah, para penguasa memilih bahan yang mudah hancur.


Meski begitu, keterangan soal rupa istana bisa diperoleh dari berita Cina, karya sastra, dan data arkeologi. Keterangan tertua soal ibukota kerajaan di Jawa disebut dalam berita Cina dari masa Dinasti Tang (681-906). Kota di Jawa itu dikelilingi tembok yang terbuat dari papan kayu. Di dalamnya terdapat rumah-rumah besar berlantai dua beratap daun kelapa.


Bangunan-bangunan itu dibuat dengan bahan yang mudah hancur ketimbang bangunan keagamaan yang umumnya terbuat dari batu. Tidak disebutkan adanya bangunan batu untuk istana raja.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Inilah Piala Dunia, hajatan sepakbola sejagat yang selalu ditunggu. Di luar lapangan hijau ada drama-drama yang tak kalah menarik.
Inilah Piala Dunia, hajatan sepakbola sejagat yang selalu ditunggu. Di luar lapangan hijau ada drama-drama yang tak kalah menarik.
Sebuah ibukota di Skandinavia jadi jembatan politik Amerika-Rusia. Dipilih karena kenetralannya sejak Perang Dingin.
Sebuah ibukota di Skandinavia jadi jembatan politik Amerika-Rusia. Dipilih karena kenetralannya sejak Perang Dingin.
Murid memang tak melulu mesti seiring sejalan dengan guru. Sudah sejak lama orang-orang mengatakan, guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
Murid memang tak melulu mesti seiring sejalan dengan guru. Sudah sejak lama orang-orang mengatakan, guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
transparant.png
bottom of page