top of page

Saksi IPT 1965: Saya Diikat, Diseret Mobil, dan Disetrum

Saksi menceritakan kekerasan yang terjadi pada dirinya. Dipaksa mengakui apa yang tak mereka ketahui.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Martono, saksi korban dari Solo memberikan keterangannya di hadapan majelis hakim Pengadilan Rakyat Internasional 1965 di Den Haag, Belanda. Foto: Bonnie Triyana/Historia.

11 Nov 2015
2 menit membaca

Diperbarui: 25 Jul

PADA sesi pertama persidangan di hari kedua, jaksa menghadirkan seorang saksi dari Solo yang tak pernah mengetahui alasan penangkapannya dan mengalami penyiksaan berat. Martono, saksi tersebut, ditangkap tentara RPKAD beserta sekelompok orang dengan penutup wajah seperti ninja pada 10 November 1965.


“Saya ditangkap di rumah saya di Pasar Kliwon, Solo, jam 10 malam, 10 November 1965 tanpa surat perintah penangkapan. Saya langsung dibawa, disiksa sepanjang perjalanan dari rumah sampai pos Hanra (Pertahanan Rakyat-Red.). Tangan saya diikat dan diseret mobil ke jalan raya, jaraknya 150 meter,” kata Martono.


Penyiksaan tak berhenti begitu saja. Martono yang tubuhnya berlumuran darah akibat diseret mobil, masih mengalami penyiksaan ketika berada di pos penahanan. Tubuhnya diikat dan ditarik ke atas plafon ruangan, lantas dijatuhkan ke lantai berkali-kali, dipaksa mengaku kalau dia ikut membunuh jenderal dalam peristiwa 1 Oktober 1965 di Jakarta.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Merekam situasi zaman dalam goresan pensil di atas selembar kertas.
Merekam situasi zaman dalam goresan pensil di atas selembar kertas.
Ogah dikenang sebagai simbol supremasi ras Arya, Max Schmeling mati-matian menganvaskan ideologi Nazi di atas ring kehidupannya.
Ogah dikenang sebagai simbol supremasi ras Arya, Max Schmeling mati-matian menganvaskan ideologi Nazi di atas ring kehidupannya.
Sebelum final di Wembley, Barcelona tak pernah punya ekspektasi besar. Hari ini 32 tahun silam gol tunggal Ronald Koeman mengubah segalanya.
Sebelum final di Wembley, Barcelona tak pernah punya ekspektasi besar. Hari ini 32 tahun silam gol tunggal Ronald Koeman mengubah segalanya.
Seperti negara-negara Asia lainnya, Bahrain mengenal sepakbola dari penjajah Inggris. Sudah dua kali timnasnya memberi pil pahit buat Indonesia.
Seperti negara-negara Asia lainnya, Bahrain mengenal sepakbola dari penjajah Inggris. Sudah dua kali timnasnya memberi pil pahit buat Indonesia.
Dianggap sebagai representasi AS, Coca-Cola jadi sasaran boikot dan perlawanan para pengusaha muslim dengan membuat minuman tandingan.
Dianggap sebagai representasi AS, Coca-Cola jadi sasaran boikot dan perlawanan para pengusaha muslim dengan membuat minuman tandingan.
Saat suara kencang dibungkam, tulisan menjadi alat untuk menyuarakan perlawanan.
Saat suara kencang dibungkam, tulisan menjadi alat untuk menyuarakan perlawanan.
transparant.png
bottom of page