Diperbarui: 22 Okt
MUSNI Umar, rektor Universitas Ibnu Chaldun, melakukan tipo atau saltik (salah ketik) saat membuat cuitan untuk mengkritisi mahalnya tiket pesawat Jakarta-Aceh yang mencapai Rp9,6 juta. Maksudnya kata tiket, malah salah ketik menjadi toket. Toket pun trending topic.
“Mahal sekali. Pantas diprotes. Ada warga Aceh yang siasati mahalnya toket Aceh-Jkt. Kalau mau ke Jakarta lewat KLAI Malaysia baru ke Jakarta. Katanya jauh lebih murah,” cuit @musniumar (29/4).
Kesalahan satu huruf membuat arti kata berubah jauh. Tiket adalah karcis kapal, pesawat terbang, dan sebagainya. Sedangkan toket adalah tetek, susu, dan payudara. Kata toket tak ada dalam KBBI karena kata ini adalah bahasa prokem yang muncul pada 1980-an.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















