top of page

Saltik Tiket

Toket merupakan bahasa prokem. Dibentuk dari kata tetek bukan tiket.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 30 Apr 2022
  • 3 menit membaca

Musni Umar, rektor Universitas Ibnu Chaldun, melakukan tipo atau saltik (salah ketik) saat membuat cuitan untuk mengkritisi mahalnya tiket pesawat Jakarta-Aceh yang mencapai Rp9,6 juta. Maksudnya kata tiket, malah salah ketik menjadi toket. Toket pun trending topic.


“Mahal sekali. Pantas diprotes. Ada warga Aceh yang siasati mahalnya toket Aceh-Jkt. Kalau mau ke Jakarta lewat KLAI Malaysia baru ke Jakarta. Katanya jauh lebih murah,” cuit @musniumar (29/4).


Kesalahan satu huruf membuat arti kata berubah jauh. Tiket adalah karcis kapal, pesawat terbang, dan sebagainya. Sedangkan toket adalah tetek, susu, dan payudara.

Kata toket tak ada dalam KBBI karena kata ini adalah bahasa prokem yang muncul pada 1980-an.


Baca juga: Asal-Usul Pengamen


Menurut Prathama Rahardja dan Henri Chambert-Loir dalam Kamus Bahasa Prokem, bahasa prokem sebagaimana dapat direkam di kalangan mahasiswa dan di kalangan preman di Jakarta terdiri atas sejumlah kata yang kebanyakan merupakan kata jadian berdasarkan kata-kata Indonesia/Jakarta biasa. 


“Sebagian besar kata prokem (sekitar seperempatnya) dibentuk dengan imbuhan -ok-. Sistem -ok- itu sebenarnya mudah. Bagian akhir kata asal dibuang (apokope namanya) dan suku kata sebelumnya disisipi imbuhan -ok-. Sebagai contoh, bapak menjadi bap [ak dihilangkan, bap disisipi imbuhan -ok-] menjadi bokap,” tulis Prathama dan Henri.


Baca juga: Mengorek Ngondek


Jeremy Wallach dalam Modern Noise, Fluid Genres: Popular Music in Indonesia, 1997–2001, menyebut bahwa bahasa prokem disebut juga bahasa okem. Kata prokem sebenarnya untuk preman (kata preman menjadi prem [an dihilangkan] disisipi imbuhan -ok- menjadi prokem). Preman muda dianggap sebagai pencetus gaya bicara ini, meskipun lebih sering dikaitkan dengan siswa sekolah menengah dan mahasiswa.


Radio berperan dalam mempopulerkan bahasa prokem. Seperti acara Warkop Prambors. “Abis siaran kita kemek dulu ya. Ada berkat dari menu kelebihan katering nyokap tadi malam,” kata Indrojoyo Kusumonegoro, mahasiswa Universitas Pancasila, yang baru saja bergabung dengan Warkop.


“Saat itu kami sudah siaran memakai bahasa prokem,” kata Indro dalam Warkop: Main-main Jadi bukan Main. “Makan menjadi kemek, duit menjadi dokat, pulang menjadi poskul, bini menjadi bokin, kawin menjadi weke, pacaran menjadi cepere, perawan menjadi perokaw, sekolah menjadi sekokul, tidur menjadi gintur, jalan-jalan menjadi lojing-lojing, berak menjadi boker, kerja menjadi joker, dia menjadi doi, gua menjadi ogut, tetek menjadi toket, dan sebagainya.”



Dari kata-kata prokem yang disebut Indro tidak semua bersisipan -ok-. Sebab, menurut Prathama dan Henri, sistem produksi kata prokem yang kedua, atau malah yang lebih produktif daripada sistem -ok-, ialah "bahasa balik" alias segala macam metatesis (penukaran huruf atau suku kata). Yang paling sering digunakan ialah penukaran kedua konsonan awal dari satu kata bersuku kata dua (cabo menjadi baco, bikin menjadi kibin, balik menjadi labik, dan seterusnya). Terjadi juga vokal awal pindah ke belakang konsonan yang berikutnya (abang menjadi baang, utang menjadi tuang).


Baca juga: Oom, Om, dan Om-om


Lebih lanjut Prathama dan Henri menjelaskan, pada mulanya istilah prokem terbatas pada kata yang dibentuk dengan imbuhan -ok-. Namun, istilah prokem kemudian bergeser artinya mencakup sejumlah kode yang dipakai secara serentak oleh kaum remaja dan preman. Definisi bahasa prokem bukan lagi definisi linguistik (sebuah kata dianggap kata prokem menurut sesuai tidaknya dengan satu rumus tertentu), melainkan definisi sosial (prokem adalah bahasa sandi, termasuk macam-macam kode yang berlainan, yang dipakai oleh sebuah golongan masyarakat tertentu).


“Tidak dapat dielakkan konsep prokem akan tetap berlainan artinya menurut paham masing-masing penutur atau peninjaunya,” tulis Prathama dan Henri.



Menurut Wallach, bahasa prokem sekarang dianggap ketinggalan zaman oleh budaya mahasiswa yang pertama kali mempopulerkannya. Prokem masih digunakan oleh beberapa pemuda kelas pekerja di Jakarta, dan beberapa kata, seperti bokap (ayah), nyokap (ibu), pembokat (pembantu –dianggap sangat menghina), bokin (istri), dan toket (payudara) telah umum digunakan di Jakarta.


Bahasa prokem diciptakan untuk suatu tujuan. “Prokem tampaknya muncul untuk memenuhi kebutuhan akan bahasa alternatif informal dari bahasa Indonesia baku, yang dapat digunakan untuk mendorong solidaritas dan keakraban dalam kelompok orang yang tidak memiliki bahasa daerah (etnis) yang sama,” tulis Wallach.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Istilah tante girang populer pada 1970-an kendati sudah menggejala dua dekade sebelumnya. Sastra populer merekamnya sebagai potret sosial.
bg-gray.jpg
Despite the mixed reactions, telenovelas continue to dominate Indonesian television. The heyday of these Latin American soap operas ultimately came to an end as viewers grew tired of them and switched to Mandarin and Korean dramas.
bg-gray.jpg
According to the Wangsakerta Manuscript, Tarumanagara was founded by refugees from India.
bg-gray.jpg
Prasasti Tugu turut meriwayatkan Kali Bekasi dan Kali Cakung Lama. Satu dari tujuh prasasti penting warisan Tarumanagara.
Dianggap sebagai bapak pendiri Cape Town, Jan van Riebeeck membuka pemukiman kulit putih di Afrika Selatan.
Dianggap sebagai bapak pendiri Cape Town, Jan van Riebeeck membuka pemukiman kulit putih di Afrika Selatan.
Rekaman suara rintihan arwah yang tersesat tidak hanya membuat pasukan Viet Cong tidak nyaman, tetapi juga memengaruhi mental pasukan Amerika Serikat dan penduduk sipil.
Rekaman suara rintihan arwah yang tersesat tidak hanya membuat pasukan Viet Cong tidak nyaman, tetapi juga memengaruhi mental pasukan Amerika Serikat dan penduduk sipil.
Donald Trump putus asa Amerika Serikat sudah tak lagi relevan, kata sejarawan Vijay Prashad. Momentum untuk berdiri tegak membawa semangat KAA.
Donald Trump putus asa Amerika Serikat sudah tak lagi relevan, kata sejarawan Vijay Prashad. Momentum untuk berdiri tegak membawa semangat KAA.
Sebagai ibukota Asia-Afrika, Bandung tak sekadar mencetuskan gerakan politik dan perdamaian, melainkan juga kedaulatan ekonomi.
Sebagai ibukota Asia-Afrika, Bandung tak sekadar mencetuskan gerakan politik dan perdamaian, melainkan juga kedaulatan ekonomi.
Setelah memberontak, pangkatnya  malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.
Setelah memberontak, pangkatnya malah naik. Itulah pengalaman Alex Mengko si tentara berpengalaman.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
transparant.png
bottom of page