- 28 Des 2023
- 2 menit membaca
Diperbarui: 27 Jul
SEBUAH gubuk di daerah kampung di Jembatan Lima menarik perhatian aparat polisi Belanda di daerah pendudukan Jakarta. Sebagian polisi itu pun bergegas masuk ke gubuk itu. Setelah gubuk itu dimasuki, mereka menemukan seorang laki-laki kurus yang terbaring di sebuah dipan. Di dekat laki-laki itu terdapat sebuah dokumen yang tidak diketahui asal-usulnya. Laki-laki kurus itu mulanya mengaku tidak tahu apa-apa.
Cahaya di dalam gubuk pun kemudian makin terang benderang. Salah seorang polisi di dalam kemudian terkejut. Kata polisi yang terkejut itu, orang yang terbaring itu adalah Moestapha Doela alias Mustofa Dulah, orang yang mereka cari-cari.
Belanda sedang mujur. Aparat keamanannya di Betawi berhasil membekuk orang yang mereka anggap sebagai pemimpin geng teroris di Betawi sekitar akhir Agustus 1948. Moestapha Doela alias Mustofa Dulah adalah ketua geng Kelelawar.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















