top of page

Selusin Jenderal yang Disingkirkan Hitler (Bagian I)

Tak semua perwira tinggi Jerman nurut pada Hitler. Banyak yang membangkang, bahkan berkomplot membunuh sang diktator.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Stabschef Ernst Julius Günther Röhm (kanan) dibidik Adolf Hitler dalam operasi Malam Belati Panjang. (Bundesarchiv/Wikimedia Commons).

4 Jul 2020
8 menit membaca

Diperbarui: 20 Apr

BUNUH diri atau dibunuh. Dua opsi getir dari Adolf Hitler itu diterima Ernst Röhm di selnya di Penjara Stadelheim, Munich pada 1 Juli 1934 dari dua opsir Schutzstaffel (SS) Brigadeführer Theodor Eicke dan Obersturmbannführer Michael Lippert. Röhm, mantan stabschef (setara kolonel jenderal) pasukan Sturmabteilung (SA, sayap militer Partai Nazi), lantas diberi sepucuk pistol Browning dengan sebutir peluru.


“Jika saya ingin dibunuh, biar Adolf sendiri yang melakukannya!” kata Röhm menantang kedua opsir itu sembari menepuk dada telanjangnya, dikutip William L. Shirer dalam The Rise and Fall of the Third Reich.


Mendengar itu, Eicke dan Lippert terpaksa menembak sang menteri zonder portfolio di tempat. Melayanglah nyawa mantan tangan kanan Hitler di sore itu, sekira pukul 14.20. Röhm ditangkap dalam operasi Nacht der langen Messer atau “Malam Belati Panjang” (30 Juni-2 Juli 1934), operasi gerakan pembersihan SA yang dilancarkan Hitler yang baru setahun naik jadi kanselir. Röhm yang penyuka sesama jenis alias gay itu memang bukan jenderal lulusan akademi militer.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page