top of page

30 Mei 1972: Serangan Aktivis Kiri di Bandara Lod Israel

Sama-sama hendak mengenyahkan imperialis, aktivis kiri Jepang dan Palestina bersatu serang bandara di Israel.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 30 Mei 2020
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 30 Mei

HARI ini, 30 Mei 1972, Pablo Tirado-Ayala mendapati kenyataan amat berbeda di Bandara Lod (kini Bandara Internasional Ben Gurion), Tel Aviv, Israel. Alih-alih mendapatkan kebahagiaan spiritual dengan mengikuti wisata religi ziarah ke “Tanah Suci” itu, pria Puerto Riko yang menjadi warga negara Amerika Serikat tersebut justru tak pernah mendapatkannya karena hanya bisa sampai bandara. Kerusuhan mengerikan di bandara itu tak “mengizinkannya” sampai ke “Tanah Suci” dan justru membawanya ke fase kehidupan berbeda yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.


“Pablo tak mau bicara, di rumah ia hampir selalu berada di kamarnya, ia hanya akan keluar selama beberapa menit, dan dia tak akan bicara, dan dia akan kembali ke kamarnya,” ujar Angel Ramirez Colon, anak angkat semata wayang pasangan Pablo dan Antonia, dalam kesaksiannya tentang sang ayah yang diutarakan dalam persidangan di United States District Court for the District of Puerto Rico pada 2008, dimuat di laman osenlaw.com.


Pablo mengalami gangguan jiwa berat akibat terluka oleh tembakan tak lama setelah pesawatnya mendarat di Bandara Lod, dikenal dengan Pembantaian Bandara Lod (Lod Airport Massacre). Kerusuhan itu dilakukan tiga teroris Jepang anggota Japanese Red Army (JRA), organisasi ultra-kiri pecahan Red Army Faction (FAR) yang didirikan Fusako Shigenobu. Menurut Sara Dissanayake dalam “Japan” yang termuat di buku Handbook of Terrorism in the Asia-Pasific, FAR beroperasi dengan tujuan menggulingkan pemerintah dan monarki di Jepang serta menggerakkan revolusi di dunia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
bg-gray.jpg
Sudiro berjuang melalui pendidikan dan partai politik, membuatnya masuk daftar hitam. Pengikut Sukarno ini dipenjara hingga sempat tak bisa berbicara.
bg-gray.jpg
Masyarakat Betawi telah memiliki tradisi literasi. Bahkan, mereka sudah mengenal penyewaan naskah.
bg-gray.jpg
Sebagai lulusan sekolah guru, Sudiro menghabiskan masa mudanya dengan menjadi guru sekaligus aktivis pergerakan nasional.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
transparant.png
bottom of page