top of page

Dendam di Balik Peledakan Pesawat United Airlines 629

United Airlines 629 diledakkan seorang pemuda karena dendam. Menewaskan 44 orang, peledakan itu jadi kasus pengeboman pesawat sipil pertama di Amerika.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Reruntuhan pesawat UAL 629. (fbi.gov).

13 Nov 2021
8 menit membaca

Diperbarui: 30 Mei

JOHN “Jack” Gilbert Graham cemas petang, 1 November 1955, itu. Kemacetan lalu lintas membuatnya tertahan untuk bisa segera sampai di Bandara Stapleton, Denver, Colorado. Padahal, masih banyak urusan mesti dia selesaikan di bandara agar ibunya, Daisie Eldora King, seorang pengusaha restoran, tidak tertinggal penerbangan.


Jack akhirnya sampai di bandara. Bersama Daisie, Gloria istrinya, dan Allen anaknya, Jack langsung menuju terminal keberangkatan. Sementara anak, istri, dan ibunya diperintahkannya menunggu di ruang tunggu, Jack kembali ke tempat parkir tanpa alasan jelas di tengah sempitnya waktu.


“Jack Gilbert Graham memiliki tempat unik dalam sejarah penerbangan Amerika. Dia bukan pilot. Dia juga bukan penumpang pada hari yang menentukan di musim gugur 1955,” tulis kriminolog dan penulis R. Barri Flowers dalam Mass Murder in the Sky: The Bombing of Flight 629 (Historical True Crime Short).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page