- 13 Nov 2021
- 8 menit membaca
Diperbarui: 30 Mei
JOHN “Jack” Gilbert Graham cemas petang, 1 November 1955, itu. Kemacetan lalu lintas membuatnya tertahan untuk bisa segera sampai di Bandara Stapleton, Denver, Colorado. Padahal, masih banyak urusan mesti dia selesaikan di bandara agar ibunya, Daisie Eldora King, seorang pengusaha restoran, tidak tertinggal penerbangan.
Jack akhirnya sampai di bandara. Bersama Daisie, Gloria istrinya, dan Allen anaknya, Jack langsung menuju terminal keberangkatan. Sementara anak, istri, dan ibunya diperintahkannya menunggu di ruang tunggu, Jack kembali ke tempat parkir tanpa alasan jelas di tengah sempitnya waktu.
“Jack Gilbert Graham memiliki tempat unik dalam sejarah penerbangan Amerika. Dia bukan pilot. Dia juga bukan penumpang pada hari yang menentukan di musim gugur 1955,” tulis kriminolog dan penulis R. Barri Flowers dalam Mass Murder in the Sky: The Bombing of Flight 629 (Historical True Crime Short).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















