top of page

Sesaat Setelah Bung Karno Wafat

Kepergian Sukarno menjadi hari berkabung nasional. Lautan manusia yang berduka hingga insiden kecil Dewi dan Haryatie mewarnai suasana perkabungan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Upacara pemakaman Sukarno di Blitar, Jawa Timur, 22 Juni 1970. (Bettmann Corbis/Wikimedia Commons).

21 Jun 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 6 Jun

LANGIT Jakarta terbuka cerah pada pagi tanggal 21 Juni 1970. Paling tidak, cukup cerah bagi Jenderal Maraden Panggabean untuk mengayunkan stik golfnya di lapangan Senayan. Ketika hendak memukul bola, Maraden tetiba mendapat pesan penting melalui walky talky-nya. Bung Karno, presiden RI pertama, telah wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Buru-buru Maraden meninggalkan lapangan golf untuk melayat.


“Sewaktu saya tiba di RS Gatot Subroto, Pak Harto telah berada di sana, demikian pula Ibu Dewi Sukarno dan almarhum Brigadir Jenderal G. Dwipayana lengkap dengan kamera dan alat-alat perekamnya. Saya memegang dahi dan tangan Bung Karno, tubuhnya masih lemas, belum kaku,” kenang Maraden dalam otobiografinya Berjuang dan Mengabdi.


Bung Karno dikabarkan sudah mulai tak sadarkan diri sejak pukul 03.50. Menjelang nafasnya yang penghabisan, Bung Karno didampingi oleh anak-anaknya: Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. Turut pula kedua menantu, Ommy Marzuki dan Dedy Soeharto, serta seluruh tim dokter yang merawatnya. Sebelum meninggal, Bung Karno sempat bertemu Kartika, putrinya dari Ratnasari Dewi yang masih berusia tiga tahun.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
transparant.png
bottom of page