top of page

Si Kulit Bundar di Arab Saudi

Arab Saudi menorehkan sejarah besar di Piala Dunia 2022. Bagaimana mulanya mereka mengenal sepakbola?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Selebrasi skuad Arab Saudi usai mencetak sejarah dengan memecundangi Argentina, 2-1. (FIFA).

  • 23 Nov 2022
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 11 Jul

KEJUTAN besar dalam sejarah Piala Dunia tercipta pada hari ketiga Piala Dunia 2022 di Qatar. Di laga perdana Grup C, Argentina sebagai salah satu tim favorit juara mesti menelan pil getir. Di Lusail Iconic Stadium, Selasa (22/11/2022) siang waktu setempat, Argentina kalah 1-2 dari Arab Saudi yang dianggap kontestan penggembira semata.


Dalam pertandingan yang dipimpin wasit Slavko Vinčić asal Slovenia itu, “Tim Tango” (julukan Timnas Argentina) unggul lebih dulu lewat penalti sang “megabintang” Lionel Messi saat laga baru bergulir 10 menit. Tetapi tiga menit usai babak kedua dimainkan, striker Saudi Saleh al-Shehri sukses menyamakan skor, 1-1, usai lepas dari penjagaan bek Argentina Cristian Romero.


Lantas kala Messi cs. berupaya mencari keunggulan lagi, mereka justru kecolongan di menit ke-53. Kapten kedua “Tim Elang Hijau” (sebutan Timnas Saudi) Salem al-Dawsari melepaskan tembakan spekulatif ke sudut gawang Argentina yang dikawal Emiliano Martínez.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page