- 5 Jul 2018
- 3 menit membaca
Diperbarui: 28 Apr
ADA yang ganjil jelang Ali Sadikin mengakhiri masa jabatannya sebagai gubernur DKI Jakarta. Seyogianya, jabatan Bang Ali baru selesai pada Agustus 1977. Namun akhirnya dipercepat menjadi tanggal 11 Juli. Setelah melakukan serah terima jabatan terhadap gubernur selanjutnya Letnan Jenderal Tjokropranolo, awak media ramai-ramai mempertanyakan kejanggalan tersebut.
“Dipercepatnya ini mungkin melihat situasi dan kondisi,” kata Ali Sadikin kepada para wartawan sebagaimana dituturkannya kepada Ramadhan K.H. dalam Ali Sadikin: Membenahi Jakarta menjadi Kota yang Manusiawi.
Mengapa Ali harus lebih cepat meletakkan jabatan sebagai orang nomor satu di Jakarta? Menurut Djohan Efendi penulis pidato Soeharto, hubungan antara Soeharto dan Ali Sadikin kurang begitu baik. Kendati tidak begitu menyolok di depan publik, keduanya kerap berseberangan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















