top of page

Harapan Bung Karno pada Bang Ali

Sukarno memilih Ali Sadikin meski sempat tak diperhitungkan. Di tangan Ali, pembangunan ibu kota mencapai puncaknya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno melantik Ali Sadikin sebagai gubernur DKI Jakarta, April 1966. (Repro Ali Sadikin: Membenahi Jakarta Menjadi Kota yang Manusiawi).

26 Jun 2018
3 menit membaca

DI Istana Negara, 28 April 1966 sedang berlangsung pelantikan gubernur Jakarta yang baru. Presiden Sukarno menyampaikan pidatonya. Amanat yang disampaikan bertalian dengan pembenahan ibukota. Bermacam masalah dikemukakan oleh Bung Karno. Mulai dari perencanaan kota, tata lalu-lintas, hingga soal selokan dan sampah.   


“Nah, saya punya pilihan jatuh kepada Mayjen KKO Ali Sadikin. Dus Ali Sadikin, als ja maar weet (ia tak mengerti sedikitpun), engkau mengalami kesulitan,” ujar Sukarno dalam pidatonya yang termuat dalam Revolusi Belum Selesai: Kumpulan Pidato Presiden Soekarno 30 September 1965—Pelengkap Nawaksara suntingan Budi Setiyono dan Bonnie Triyana.


Ketika dilantik, Ali Sadikin baru berusia 39 tahun. Jabatan terakhirnya Menteri Perhubungan Laut. Latar belakang Ali sebagai perwira tinggi TNI AL mendorong Sukarno menjatuhkan pilihan. Sebagai kota pelabuhan, Sukarno membutuhkan gubernur yang paham urusan laut dan pelabuhan untuk mengurus Jakarta.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
transparant.png
bottom of page