top of page

Tak Kie Tak Menepi

Berawal dari jualan di gerobak, kedai Kopi Es Tak Kie yang berdiri masa kolonial masih bertahan hingga kini. Melalui masa-masa bergejolak.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kedai Kopi Es Tak Kie. (Micha Rainer Pali/Historia.ID).

27 Mei 2023
4 menit membaca

DI jalan depan sebuah kedai kopi, orang tak henti berseliweran. Riuh. Maklum, letaknya nyempil di dalam pusat pertokoan di daerah Glodok, Jakarta Pusat. Kedai itu berada di Jalan Pintu Besar Selatan III. Namun orang-orang lebih mengenalnya dengan sebutan Gang Gloria, merujuk pada nama gedung bioskop pada 1920-an: Gloria Bioscoop.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page