top of page

Tempat Menyepi dan Belajar Agama

Bagi para bangsawan pendidikan bisa didapat di keraton. Di luar keraton, banyak yang mencari pengetahuan hingga ke lereng gunung.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Candi Kendalisodo, salah satu candi di lereng Gunung Penanggungan

  • 8 Jun 2018
  • 4 menit membaca

I-TSING, pendeta asal Tiongkok, tinggal selama enam bulan di Sriwijaya untuk memperdalam bahasa Sanskerta sebelum bertolak ke India. Dia menyaksikan banyak pusat keagamaan berbentuk wihara di Sriwijaya, khususnya sebagai tempat menuntut ilmu.  


Selain kabar dari I-Tsing, keberadaan institusi pendidikan pada era Hindu-Buddha tercatat dalam prasasti, relief dan karya sastra. Pada masa itu, pendidikan erat kaitannya dengan agama. 


Misalnya, di lingkungan penganut Hindu, pendidikan didominasi oleh kaum brahmana. Paling tidak ada dua sistem pengajaran, yaitu di dalam lingkungan keraton dan di dalam sistem pertapaan. Sistem pendidikan keraton dilakukan dengan cara guru mendatangi murid. Sementara dalam sistem pertapaan, murid biasanya yang mendatangi gurunya. 


Gambaran mengenai pendidikan di dalam istana bisa ditemukan lewat kisah pewayangan. Dalam kitab Mahabharata, dikenal tokoh Drona yang merupakan guru Kurawa dan Pandawa. Dia mengajarkan seni peperangan, di mana Arjuna menjadi murid favoritnya. 


Di Nusantara, keberadaan guru di lingkungan keraton, paling banyak diketahui setelah masuk periode Jawa Timur. Misalnya, pada masa Kadiri, Raja Jayabhaya diketahui memiliki seorang pendamping yang menjadi gurunya. Keterangan ini terdapat dalam Prasasti Hantang (1135 M). 

Sang guru, menurut Supratikno Rahardjo dalam PeradabanJawa, disebut pangajyansrimaharajampungkunaiyayikadarsana-samreddhi-karanabhairawa-margga-nugamandha-yogiswara. Artinya “guru dari raja, empu yang mahir menjalankan yoga dengan jalan bhairawa, yang menyebabkan tercapainya kesempurnaan sesuai dengan aliran Nyaya.”


Begitu juga Raja Kertanagara. Raja terakhir Singhasari itu mati diserang penguasa Glang Glang, Jayakatwang, saat tengah bermabuk-mabukan. Menurut Suwardono, sejarawan Malang, Kertanegara ketika itu sedang melangsungkan upacara Tantrayana. Sulitnya upacara tantra ini membuat para penganutnya harus diawasi oleh guru sebagai pendamping. 


“Baca Prasasti Gajah Mada, banyak pendeta dan patih yang mati bersama Kertanagara. Pendeta siapa? Ya itu mereka yang ikut upacara,” jelasnya. 


Agaknya, guru-guru di lingkungan istana punya fungsi berbeda-beda, sebagaimana Drona sebagai guru seni perang.


Menurut Supratikno di dalam karya sastra terdapat istilah untuk menyebut orang yang menjalankan tugas di bidang agama. Misalnya, wikuhaji dalam Nagarakrtagama, diperkirakan menunjuk kepada para wiku yang bertugas di dalam keraton. Kedudukan ini tidak didapat karena kelahiran, melainkan pilihan hidup.


“Bagi setiap orang yang ingin menjadi wiku, dia dituntut menjalani semacam inisiasi di bawah pimpinan seorang yang telah maju dalam kehidupan rohani,” jelas Supratikno. 


Ada pula istilah kawi, yaitu golongan penyair. Secara lebih luas lagi, sebutan kawi merujuk pada mereka yang mempelajari kitab-kitab dan mahir dalam hal itu. 


Di luar keraton, dalam teks kuno, ada yang disebut karsyan, patapan, dan mandala. Dalam Nagarakrtagama, ketiga istilah itu merujuk pada kelompok bangunan yang berfungsi sebagai pusat pendidikan agama. Ketiganya tempat menyepi serta tempat memuja leluhur dan dewa.


Agus Aris Munandar, arkeolog Universitas Indonesia, dalam ArkeologiPawitra mengartikan karsyan sebagai tempat bertapa para rsi, yang letaknya biasanya di lereng gunung atau tempat sunyi lainnya. Sementara mandala merupakan perkampungan para rsi


Dwi Cahyono, pengajar sejarah di Universitas Negeri Malang mengatakan, areal mandalakadewagurwan biasanya dilengkapai bangunan semi permanen (srama atau asrama) untuk para siswa (sisya) dan guru (acarya).


“Apabila lokasinya di dalam hutan, maka muncul sebutan wanasrama,” jelas Dwi. 


Di antara para rsi, banyak yang berusia lanjut. Dalam konsep ajaran Weda, seseorang yang sudah mempunyai cucu pertama dianjurkan untuk meninggalkan dunia ramai menjadi pertapa. Ketika itu mereka masuk dalam fase kehidupan wanaprastha (tinggal di hutan). 


Tak hanya orang lanjut usia yang menyepi demi memperdalam ilmu. Anak muda juga melakukan hal serupa. Seperti Airlangga, penguasa Kahuripan. Prasasti Pucangan (1042 M) menguraikan, sang raja memulai karier politiknya setelah menjalani kehidupan di lingkungan pertapa. Selama dua tahun dia mendalami latihan rohani di Gunung Pucangan, yang ada di perbatasan Lamongan dan Jombang. 


Pucangan merupakan salah satu di antara tujuh tempat rsi bersemadi pada era Majapahit sebagimana disebut dalam Nagarakrtagama. Enam lainnya adalah Gunung Penanggungan (Pawitra), Sampud, Rupit, Pilan, Jagadhita, dan Butun.


Wanasrama juga dilukiskan dalam relief candi. “Pada relief cerita Parthayajna di teras 2 candi Jajaghu misalnya, digambarkan wanasrama pada lereng gunung khusus untuk para pertapa wanita atau tapini, tapasi,” ujar Dwi.


Baik dalam karsyan maupun mandalakadewaguruan, tapa merupakan materi pokok pelajaran. Karenanya tempat itu kemudian pada masa yang lebih muda dikenal dengan “tempat persamadian” atau yang menjadi cikal-bakal dari padepokan. 


Bukan cuma urusan agama, mandalakadewaguruan juga mengajarkan ilmu kehidupan. Misalnya, keterampilan dan kebijakan hidup sebagai bekal menjalani kehidupan sosial. Pun juga adaptasi terhadap lingkungan, olah pikir, seni, kanuragan, olah batin, dan sebagainya. 


Dalam Menelusuri Figur Bertopi dalam Relief Candi Zaman Majapahit, Lydia Kieven menulis bahwa tradisi pertapa yang tinggal di daerah terpencil mengalami peningkatan pada akhir periode Majapahit. Status sosial mereka pun melambung. 


“Kemungkinan besar, peziarah dari semua bagian masyarakat, khususnya anggota aristokrasi dan bahkan raja-raja, menyepi ke pertapa guna mencari pengetahuan dan kekuatan spiritual,” tulis Lydia. 


Keterpencilan gunung menarik peziarah yang mencari kesunyian untuk inspirasi dan memahami pengetahuan religius. Misalnya, di Gunung Penanggungan, selain bertapa setelah mundur dari keduniawian, para rsi juga menerima peziarah yang mencari wejangan religius. 


Sementara dari lingkungan peziarah, banyak di antaranya merupakan anggota keluarga kerajaan atau keluarga kaya yang mungkin juga pendonor tempat suci. “Pertapaan menjadi pusat untuk menyepi dari dunia dan pusat pengajaran agama,” tegasnya.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
bg-gray.jpg
Identified with the god Vishnu and revered as the standard-bearer of all kings, the genealogy and depictions of Purnawarman can be traced in various Tarumanagara inscriptions.
bg-gray.jpg
Pernah populer sebagai pohon peneduh bersama asam jawa dan flamboyan. Kini, tanaman ini menjadi salah satu pohon yang paling populer untuk aktivitas penghijauan.
Cerita dari negeri yang jauh, tentang mereka yang menanti dan mengikhtiarkan keadilan.
Cerita dari negeri yang jauh, tentang mereka yang menanti dan mengikhtiarkan keadilan.
Kumpulan lukisan koleksi Istana Kepresidenan kembali dipamerkan di Jakarta. Ada kisah menarik di baliknya
Kumpulan lukisan koleksi Istana Kepresidenan kembali dipamerkan di Jakarta. Ada kisah menarik di baliknya
Dengan pendekatan yang kreatif, museum bukan lagi destinasi yang menjemukan.
Dengan pendekatan yang kreatif, museum bukan lagi destinasi yang menjemukan.
RS Al-Quds dan RS Indonesia berhenti beroperasi. Menyisakan RS Al-Shifa yang bertahan di kota Gaza.
RS Al-Quds dan RS Indonesia berhenti beroperasi. Menyisakan RS Al-Shifa yang bertahan di kota Gaza.
Ini cerita dari negeri studi banding. Lakonnya soal Palang dan Bulan.
Ini cerita dari negeri studi banding. Lakonnya soal Palang dan Bulan.
Pengalaman ribuan tahun melanggengkan pengobatan tradisional Tiongkok.
Pengalaman ribuan tahun melanggengkan pengobatan tradisional Tiongkok.
transparant.png
bottom of page