DI dalam peradaban Mesir kuno, kepemimpinan tertinggi didominasi oleh laki-laki. Sebagai firaun, raja memiliki peran sebagai penghubung antara para dewa dan manusia. Ia memimpin pasukan kerajaan yang besar dan tangguh. Meski begitu, sejarah mencatat takhta tertinggi kerajaan Mesir kuno pernah beberapa kali dipimpin oleh perempuan. Salah satunya adalah Hatshepsut.
Hatshepsut adalah firaun perempuan yang berkuasa paling lama di Mesir, yakni sekitar 21 tahun (1479-1458 SM). Di bawah kepemimpinannya, Mesir mengalami kemajuan dan pembangunan yang pesat. Dia bahkan disebut-sebut sebagai salah satu firaun paling sukses karena berhasil mempertahankan kedamaian dan kejayaan Mesir.
Semasa kekuasannya, dia memerintahkan sejumlah misi perdagangan yang sukses serta pembangunan berbagai monumen, kuil, dan tempat suci yang indah. Termasuk di antaranya empat obelisk raksasa di Kuil Amun di Karnak, serta berbagai karya seni yang memuji prestasi dan mengabadikan doa-doanya. Salah satu yang paling megah adalah kuil pemakamannya, Djeser-Djeseru (yang berarti “Yang Tersuci dari Yang Suci”), di kompleks Deir el-Bahri di tepi barat Sungai Nil, seberang kota Luxor, Mesir.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












