top of page

Firaun yang Mengaburkan Gendernya

Demi mengukuhkan kekuasaannya sebagai firaun perempuan, ia mengubah citranya menjadi seorang laki-laki. Selama 3.000 tahun, ia hilang dari ingatan sejarah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sphinx kolosal ini menggambarkan firaun perempuan Hatshepsut dengan tubuh singa dan kepala manusia yang mengenakan nemes. Ini adalah satu dari setidaknya enam sphinx granit yang berdiri di kuil pemakaman Hatshepsut di kaki tebing batu Deir el-Bahri di Luxor, Mesir. (The Metropolitan Museum of Art).

31 Agu
6 menit membaca

DI dalam peradaban Mesir kuno, kepemimpinan tertinggi didominasi oleh laki-laki. Sebagai firaun, raja memiliki peran sebagai penghubung antara para dewa dan manusia. Ia memimpin pasukan kerajaan yang besar dan tangguh. Meski begitu, sejarah mencatat takhta tertinggi kerajaan Mesir kuno pernah beberapa kali dipimpin oleh perempuan. Salah satunya adalah Hatshepsut.


Hatshepsut adalah firaun perempuan yang berkuasa paling lama di Mesir, yakni sekitar 21 tahun (1479-1458 SM). Di bawah kepemimpinannya, Mesir mengalami kemajuan dan pembangunan yang pesat. Dia bahkan disebut-sebut sebagai salah satu firaun paling sukses karena berhasil mempertahankan kedamaian dan kejayaan Mesir.


Semasa kekuasannya, dia memerintahkan sejumlah misi perdagangan yang sukses serta pembangunan berbagai monumen, kuil, dan tempat suci yang indah. Termasuk di antaranya empat obelisk raksasa di Kuil Amun di Karnak, serta berbagai karya seni yang memuji prestasi dan mengabadikan doa-doanya. Salah satu yang paling megah adalah kuil pemakamannya, Djeser-Djeseru (yang berarti “Yang Tersuci dari Yang Suci”), di kompleks Deir el-Bahri di tepi barat Sungai Nil, seberang kota Luxor, Mesir.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page