top of page

The Legacy of Dutch East Indies' Largest Bookstore

This is the story of the largest publisher and bookstore the Dutch East Indies ever had, which ended due to nationalization.

loading_historia_white.gif
transparant.png

G. Kolff & Co. bookstore. (KITLV)

6 Des 2024
9 menit membaca

THAT afternoon, dense clouds hung in the sky over Kota Tua, Jakarta. Fatahillah Park, which is usually jam-packed on holidays, was deserted. Two or three student tour groups huddled in front of the Jakarta History Museum. Some tourists pedaled their onthel bikes around the park; some older ones sat and chatted around the park.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page