top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

The Scandal of the Governor-General's Daughter

The scandal of Governor-General Jan Pieterszoon Coen's adopted daughter destroyed the careers of several VOC officials in Batavia. However, instead of losing his position, Anthony van Diemen triumphed as the later governor-general.

2 Jun 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Jan Pieterszoon Coen. (Rijksmuseum Amsterdam).

  • 3 Jun 2024
  • 7 menit membaca

VOC Governor-General Jan Pieterszoon Coen's anger could not be contained. His adopted daughter, Sara Specx, was caught in the act with Pieter Cortenhoeff, a sixteen-year-old boy, at his residence in 1629. Twelve-year-old Sara was the daughter of Jacques Specx, a member of the Raad van Indie or the Council of the Indies, and a Japanese woman, while Pieter was the son of senior merchant Jacob Cortenhoeff and a Burmese woman.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page