top of page

Trauma Serdadu Belanda

Kekejaman perang di Indonesia membuat banyak prajurit Belanda stres dan mengalami gangguan jiwa hingga usia senja.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Piet Hidskes (jongkok kedua dari kanan), anggota DST atau anak buah Westerling dalam peristiwa pembantaian di Sulawesi Selatan. (Dok. Maarten Hidskes).

13 Des 2018
4 menit membaca

Diperbarui: 24 Jun

MAARTEN HIDSKES tidak menampik jika Piet Hidskes, ayah kandungnya, mengalami trauma dan penyesalan dengan apa yang pernah dia buat puluhan tahun lalu di Sulawesi Selatan. Kendati tidak dihindari, kata “Indonesia” selalu tidak pernah secara mendalam dibahas di rumah mereka.


“Padahal dia pernah menghabiskan salah satu fase hidupnya sebagai seorang prajurit komando di Sulawesi Selatan,” ungkap jurnalis Belanda itu kepada Historia.ID.


Menurut penulis buku Di Belanda Tak Seorang Pun Mempercayai Saya itu, tidak hanya sang ayah yang mengalami trauma di masa senjanya, kawan-kawan sesama anggota DST (Depot Pasukan Khusus) banyak mengalami situasi yang sama.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Apa yang bisa didapatkan dari perang? Mungkin kuasa, bisa juga kebanggaan. Yang pasti, derita  korban.
Apa yang bisa didapatkan dari perang? Mungkin kuasa, bisa juga kebanggaan. Yang pasti, derita  korban.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Ini perkara duit. Teryata duit dari zaman dahulu kala selalu bikin jadi perkara.
Ini perkara duit. Teryata duit dari zaman dahulu kala selalu bikin jadi perkara.
Pameran ilustrasi sejarah gerakan kaum kiri di Indonesia. Menyajikan narasi masa lalu lewat karya seni.
Pameran ilustrasi sejarah gerakan kaum kiri di Indonesia. Menyajikan narasi masa lalu lewat karya seni.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
Pembangunan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI)  di Koto Tinggi bukan mangkrak namun hanya “membutuhkan dana dan komitmen besar” dari berbagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
Pembangunan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Koto Tinggi bukan mangkrak namun hanya “membutuhkan dana dan komitmen besar” dari berbagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
transparant.png
bottom of page