Diperbarui: 5 hari yang lalu
KETIKA Papua baru bergabung dengan Indonesia, berbagai upaya dilakukan untuk memperkenalkan provinsi baru ini. Salah satunya adalah dengan mendatangkan proklamator kemerdekaan ke bumi cendrawasih. Dari dua tokoh proklamator, baru Bung Karno yang telah mengunjungi Papua pada 1963. Waktu itu, Papua masih bernama Irian Barat.
Bung Hatta yang telah lama menjadi orang sipil belum pernah lagi mengunjungi Papua. Padahal, pada masa kolonial, Bung Hatta pernah diasingkan pemerintah Belanda ke pelosok Papua, tepatnya di Boven Digul, Merauke. Kesempatan itu baru tiba pada 1970, ketika Soemarmo, pejabat Departemen Penerangan mendatangi kediaman Bung Hatta. Soemarmo menawarkan kepada Hatta perjalanan untuk meninjau Papua yang sudah resmi menjadi keluarga besar Republik Indonesia.
Hatta sempat menolak tawaran Soemarmo. Pertimbangannya, ongkos perjalanan ke Papua sangat besar dan kesehatannya sudah jauh menurun. Lagi pula, kata Hatta, dirinya bukan lagi pejabat negara. Soemarmo tidak kurang akal dengan meyakinkan Bung Hatta bahwa segala sesuatu yang dibutukan akan dipersiapkan. Semua biaya ditanggung pemerintah.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















