- 7 Des 2017
- 3 menit membaca
Diperbarui: 5 hari yang lalu
PENGAJAR sastra Prancis Universitas Indonesia Dr. Suma Riella Rusdiarti punya perhatian menarik terkait Reformasi. Menurutnya, Reformasi tak hanya menggulingkan kediktatoran Soeharto dan mengembalikan demokrasi di Indonesia, tapi juga menumbangkan dominasi tokoh-tokoh mistis macam Nyi Roro Kidul atau Nyi Blorong sebagai hantu utama di layar lebar. Peran mereka digantikan oleh pocong.
“Film dulu berkitan dengan mitos. Makin ke sini berkitan dengan pocong. Hantu khas Indonesia hari ini adalah pocong. Dua puluh tahun yang lalu, hantu pocong belum jadi hantu utama. Sesudah Reformasi, hantu pocong jadi pemeran utama dan muncul di layar,” ujar Riella.
Jenis hantu pocong, yakni hantu berbungkus kain putih, sebenarnya telah ada sejak lama. Naskah-naskah Jawa kuna menamakan hantu jenis itu wedon. “Pocong dan wedon sama. Itu tradisi lisan. Munculnya sejak kapan, agak sulit dilacak,” kata Suwardi Endraswara, dosen bahasa Jawa di Universitas Negeri Yogyakarta. Suwardi menambahkan, wedon termasuk dalam arwah yang belum sempurna (nglambrang) dan menjadi anak buah dari penguasa lelembut di suatu wilayah.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















