top of page

Warisan Konferensi Asia-Afrika untuk Kebangkitan Dunia Selatan

Konferensi Asia-Afrika yang melahirkan Semangat Bandung mendorong solidaritas di antara negara-negara yang baru merdeka. Kini, refleksi terhadap Semangat Bandung menjadi relevan untuk kebangkitan negara-negara Dunia Selatan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

I Gusti Agung Wesaka Puja, Direktur Eksekutif ASEAN Institute for Peace and Reconcilliation (kiri) dan sejarawan serta aktivis gerakan perempuan, Ita Fatia Nadia (kanan) sebagai pembicara dalam diskusi “Dari Bandung untuk Dunia: Warisan Bung Karno untuk Asia-Afrika dan Keadilan Sosial Global" di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 26 April 2025. (Youtube PDI Perjuangan).

28 Apr 2025
5 menit membaca

“HARI ini di aula ini berkumpul para pemimpin dari bangsa-bangsa yang memiliki nasib yang sama. Mereka tidak lagi menjadi korban kolonialisme. Mereka tidak lagi menjadi alat orang lain dan alat permainan kekuatan yang tidak dapat mereka hindari. Hari ini, Anda adalah perwakilan dari bangsa-bangsa yang merdeka, bangsa-bangsa yang memiliki kedudukan dan posisi yang berdaulat di dunia,” kata Presiden Sukarno dalam pidato pembukaan Konferensi Asia-Afrika.


Konferensi Asia-Afrika diselenggarakan di Bandung pada 18 hingga 24 April 1955. Pertemuan internasional ini berhasil membangkitkan solidaritas di antara bangsa-bangsa Asia dan Afrika untuk mengupayakan sebuah aktivisme Dunia Ketiga yang menyerukan kebebasan, kemerdekaan, dan perdamaian. Semangat Bandung yang direpresentasikan dalam sepuluh poin hasil Konferensi Asia-Afrika bahkan memantik api perjuangan kemerdekaan beberapa negara Afrika. Kini, setelah 70 tahun berlalu, Semangat Bandung masih relevan untuk mengatasi berbagai persoalan global.


Bonnie Triyana, Kepala Badan Sejarah Indonesia DPP PDI Perjuangan, mengungkapkan, peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika digelar bukan sekadar untuk mengenang masa lalu maupun meromantisasi sebuah peristiwa sejarah. Lebih dari itu, peringatan ini diadakan sebagai upaya untuk memetik nilai penting dari spirit pembebasan bangsa-bangsa di Asia-Afrika yang ketika itu diorganisasi oleh bangsa-bangsa yang baru merdeka.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Seperti halnya Lebaran, anak-anak dan para jemaat mengenakan baju baru di hari Natal.
Seperti halnya Lebaran, anak-anak dan para jemaat mengenakan baju baru di hari Natal.
Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.
Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Setelah lama berseberangan, pemerintah Jepang akhirnya merekrut sastrawan komunis, Takeda Rintaro. Dikirim ke Jawa untuk memimpin Pusat Kebudayaan.
Setelah lama berseberangan, pemerintah Jepang akhirnya merekrut sastrawan komunis, Takeda Rintaro. Dikirim ke Jawa untuk memimpin Pusat Kebudayaan.
transparant.png
bottom of page