top of page

Sersan KNIL Kolonel RMS

Para bekas sersan dan anggota KNIL ini hanya tahu bertempur tapi tidak berpolitik. Mereka menjadi ujung tombak RMS dalam menghadapi pasukan TNI.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kolonel Thomas Nussy, mantan sersan KNIL menjadi Kepala Staf Angkatan Perang RMS. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

  • 9 Jan 2024
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 8 Mar

SETELAH pengakuan kedaulatan pada 27 Desember 1949, perang antara Indonesia dan Belanda berakhir. Tentara Belanda yang bule dengan senang hati kembali ke negerinya. Sementara Tentara Kerajaan Hindia Belanda atau Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL) justru gelisah. Di antara mereka kemudian pulang ke Ambon.


Agoes Anwar dalam Soumokil Dan Hantjurnja RMS menyebut KNIL-KNIL berdatangan sejak 17 Januari 1950, tidak lama setelah pengakuan kedaulatan. Di antara KNIL yang datang itu terdapat bekas pasukan khusus baret hijau (komando) yang dipimpin Sersan Thomas Nussy dan bekas baret merah (penerjun payung) yang dipimpin Kopral Corputty. Selain KNIL yang baru datang itu ada pula pasukan KNIL lain yang sudah berada di Ambon.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page