top of page

Hasil pencarian

9870 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Asal-Usul Gelar Khalifatullah di Kesultanan Yogyakarta

    Sultan Hamengkubuwono X mengeluarkan Sabda Raja pada 30 April 2015 yang menghilangkan gelar khalifatullah dan mengubah Buwana menjadi Bawana. Berbagai kalangan mengomentari penghilangan gelar tersebut. Namun, yang terpenting adalah sabda ini menyangkut suksesi di Kesultanan Yogyakarta, di mana sultan diduga hendak mengangkat putrinya sebagai penggantinya karena tak memiliki putra mahkota. Adik-adik sultan pun menentangnya. Bagaimana sejarah gelar khalifatullah melekat pada sultan-sultan Yogyakarta? Pada awalnya, raja-raja Mataram memakai gelar panembahan, sultan, dan sunan. Raja terbesar Mataram, Sultan Agung menggunakan gelar sultan. Untuk melegitimasi kekuasaanya, dia mengirim utusan ke Makkah untuk meminta gelar sultan pada 1641. Dia mengikuti jejak Sultan Banten, Pangeran Ratu yang menjadi raja Jawa pertama yang mendapatkan gelar sultan dari Makkah, sehingga namanya menjadi Sultan Abulmafakir Mahmud Abdul Kadir. Raja-raja Martaram berikutnya, Amangkurat I sampai III menggunakan gelar sunan . Sedangkan Amangkurat IV (1719-1724) menjadi yang pertama menggunakan gelar khalifatullah . Menurut Denys Lombard dalam Nusa Jawa Silang Budaya Jilid 3 , gelar baru ini, khalifatullah (dari kata khalifah artinya wakil) menegaskan perubahan konsep lama raja Jawa, dari perwujudan dewa menjadi wakil Allah di dunia. Setelah Perjanjian Giyanti pada 1755 yang memecah Mataram menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta, gelar khalifatullah digunakan oleh sultan-sultan Yogyakarta sedangkan raja-raja Surakarta memakai gelar sunan . “Oleh karena itu, di dalam literatur atau kesempatan resmi, sebutan untuk raja-raja Surakarta adalah Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sunan Paku Buwana Senapati ing Alaga Abdur Rahman Sayidin Panatagama . Sementara sebutan untuk raja keraton Yogyakarta adalah Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwana Senapati ing Alaga Abdur Rahman Sayidin Panatagama Kalifatullah ,” tulis Djoko Marihandono dalam disertasinya tentang Herman Willem Daendels, di Universitas Indonesia tahun 2005. Anehnya, menurut Lombard, Sunan Surakarta tidak pernah menuntut gelar khalifatullah, barangkali karena mereka merasakan bahwa gelar baru itu secara tersirat membatasi kekuasaan mereka; fungsi raja disandingi ciri-ciri moral tertentu berdasarkan Islam. Dalam Islam dan Khazanah Budaya Kraton Yogyakarta , Teuku Ibrahim Alfian menguraikan arti gelar itu: Senopati berarti sultanlah penguasa yang sah di dunia fana ini. Ing Alogo artinya raja mempunyai kekuasaan untuk menentukan perdamaian dan peperangan, atau sebagai panglima tertinggi saat perang. Abdur Rahman Sayyidin Panatagama , berarti sultan dianggap sebagai penata, pemuka dan pelindung agama. Dan khalifatullah sebagai wakil Allah di dunia. Menurut Abdul Munir Mulkan dalam Reinventing Indonesia , meskipun raja-raja Jawa memakai gelar Sayyidin Panatagama Khalifatullah , namun dipandang oleh sementara pihak sebagai pusat tradisi kejawen (mistisisme Jawa) yang tidak mencerminkan tradisi Islam. Sementara yang lain memandang bahwa tradisi kejawen dengan pusat kehidupan kerajaan di Jawa adalah Islam dalam perspektif Jawa. Sementara itu, menurut Alfian, gelar yang disandang oleh Sultan Yogyakarta mengungkapkan konsep keselarasan. “Keraton Yogyakarta seperti kerajaan-kerajaan Jawa dan kerajaan yang bersifat ketimuran pada umumnya menganut konsep keselarasan antara urusan politik, sosial dan agama,” pungkas Alfian.

  • Pak Tino Sidin dan Pinjaman Uang dari Pak Harto

    SALAH satu memorabilia yang dipamerkan di Taman Tino Sidin di Yogyakarta adalah kuitansi pinjaman uang sebesar Rp7 juta untuk penyelesaian rumah. Jangka waktu pinjaman selama satu tahun tanpa bunga. Kuitansi tanggal 20 November 1981 itu ditandatangani penerima pinjaman: Tino Sidin. Yang menarik, pemberi pinjaman itu orang nomor satu Republik Indonesia: Presiden Soeharto. Tino tinggal di Yogyakarta, tetapi lebih banyak bekerja di Jakarta. “Belum punya rumah sendiri. Lucu ya! Padahal kenalan saya orang gede-gede,” kata Tino Sidin dalam Apa & Siapa  Sejumlah Orang Indonesia 1981-1982. Tino berpetuah tentang hidup sederhana. “Jangan ngoyo cari duit, dulu kita lahir juga tidak membawa apa-apa.” Menurut arsitek Bambang Eryudhawan, cerita pinjaman itu berawal ketika Tino diundang ke Cendana (rumah Soeharto) mengantar Agus Prasetyo, siswa TK di Probolinggo yang menjadi juara melukis di Tokyo Jepang. “Saat berpisah, Pak Tino menyisipkan kertas ke Pak Harto dengan isi ingin jumpa pribadi. Pada November 1981 bisa jumpa pribadi. Lantas dapat pinjaman itu, untuk uang muka kredit rumah,” kata Bambang Eryudhawan kepada Historia . Tino Sidin lahir di Tebingtinggi, Sumatra Utara, 25 November 1925 dari orangtua keturunan Jawa. Sejak kecil dia berbakat menggambar. Ketika pendudukan Jepang, dia menjadi kepala bagian poster kantor penerangan Jepang di Tebingtinggi. Setelah Indonesia merdeka, selain sebagai anggota Polisi Tentara Divisi Gajah Dua Tebingtinggi, dia menjadi guru menggambar di SMP Negeri Tebingtinggi. Dia bersama Ismail Daulay mendirikan Angkatan Seni Rupa Indonesia (ASRI) di Medan pada 1945. Kuitansi pinjaman uang sebesar Rp7 juta dari Presiden Soeharto kepada Tino Sidin. (Dok. Bambang Eryudhawan). Bersama dua orang temannya, Nasjah Djamin dan Daoed Joesoef, Tino merantau ke Yogyakarta. Mereka bergabung dengan Seniman Indonesia Muda, membuat poster-poster perjuangan. Dia juga bekerja sebagai pegawai bagian kesenian di Kementerian Pembangunan Pemuda (1946-1948) dan bergabung dengan Tentara Pelajar Brigade 17 (1946-1949). Tino kembali ke kampung halaman dan menetap di Binjai. Dia aktif di dunia pendidikan dan kesenian dengan menjadi guru Taman Siswa Tebingtinggi, ketua Palang Merah Remaja Kabupaten Langkat, dan ketua ASRI Binjai. Tino kemudian kembali ke Yogyakarta. Setelah belajar di ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia) Yogyakarta, dia mendirikan Pusat Latihan Lukis Anak-anak (1969-1977). Sementara itu, kawannya Daoed Joesoef menjadi menteri P&K (Pendidikan dan Kebudayaan). “Banyak orang yang naik, karena temannya naik. Saya mungkin begitu juga,” kata Tino. Tino pun mengisi acara Gemar Menggambar di TVRI pada 1978. Pekerjaannya sebagai pendidik “menggambar” menasional. Sejak 1980, dia menjadi penatar guru gambar tingkat TK dan SD seluruh Indonesia. Program ini di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bahkan, bukunya Gemar Menggambar sebanyak 6 jilid disahkan menjadi buku pegangan guru SD seluruh Indonesia. Popularitas Tino melambung seantero negeri. “Ketika dia dibawa Daoed Joesoef meninjau ke Kalimantan Selatan (1979) masyarakat setempat mengelu-elukan Tino lebih dari sang menteri,” tulis Apa & Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1981-1982. “Anak-anak, pramuka, ibu-ibu berebutan mengeroyok. Petugas keamanan kewalahan.” Popularitas itulah yang membuatnya dilirik sutradara untuk membintangi film Nakalnya Anak-Anak (1980). “Pernah nama awak dipasang segede gajah di poster film, padahal awak hanya muncul lima menit di film itu,” kata Tino. Tino menikah dengan Nurhayati pada 1950 dan dikaruniai lima orang anak perempuan. Dia meninggal pada 29 Desember 1995.*

  • Sepuluh Teori Konspirasi Amerika yang Terbukti Benar

    BANYAK orang menganggap teori konspirasi terlalu mustahil untuk dipercaya, atau jika memang benar, hal tersebut terlalu memalukan dan mengejutkan untuk dipahami. Meski kelihatannya mustahil, beberapa dari teori konspirasi itu berakhir sebagai kebenaran. Seperti dikutip dari lolwot.com , "10 Shocking Conspiracy Theories Which Were Actually True", inilah 10 teori konspirasi yang populer dalam sejarah Amerika, yang ternyata terbukti nyata. 1. CIA Membayar Kesaksian Persidangan Pada 1990, seorang Gadis Kuwait berusia 15 tahun Nayirah al-Sabah, atas nama pemerintah Amerika bersaksi telah menyaksikan tentara Irak melakukan kekejaman terhadap anak-anak di Kuwait. Kesaksiannya membantu meyakinkan publik Amerika bahwa aksi militer terhadap Irak dapat dibenarkan. CIA amat menginginkan kesaksian tersebut berhasil. Mereka bahkan membiayai Sabah untuk mengikuti kelas demi melancarkan kebohongannya. Kesaksian Sabah begitu berhasil, sampai-sampai Amerika meluncurkan ‘Operasi Desert Storm’ melawan Irak pada 1991. Setahun setelahnya, seorang jurnalis memiliki teori tentang kesaksian tersebut. Ia mengorek kebenaran dan menuduh CIA karena telah membayar untuk sebuah kesaksian, yang ternyata memang benar. 2. Skandal Watergate Saat orang-orang Partai Republik dituduh memata-matai kantor pusat Partai Demokrat tahun 1972, publik enggan mempercayainya. Nyatanya, itu semua benar. Pada tahun 1974 sebuah rekaman percakapan ditemukan yang membuktikan bahwa Presiden Nixon tahu apa yang sebenarnya tengah terjadi. Apa yang sebenarnya tengah terjadi? Orang-orang Republik memutuskan untuk menyadap kantor pusat Partai Demokrat dan mematai-matainya dari Hotel Watergate yang berada di dekatnya. Skandal ini mengejutkan dunia, yang berakhir dengan Presiden Nixon menjadi presiden pertama dalam sejarah Amerika yang mundur dari jabatannya. 3. CIA Menyeludupkan Kokain Saat Gary Webb, jurnalis pemenang Hadiah Pulitzer memublikasikan serial investigasinya, Dark Alliance , pada Agustus 1966, publik Amerika dibuat terkesiap. Laporannya menyebut keterlibatan CIA dalam penjualan obat-obatan terlarang dan menyeludupkannya kepada para pemberontak Contra di Nikaragua untuk mendapatkan keuntungan. Saat inspektur jendral CIA Frederick Hitz akhirnya mengakui bahwa Contra terlibat dalam perdagangan kokain, skandal Bill Clinton-Monica Lewinsky 1998 menutupi pemberitaan tersebut. Pada 2004, Gary Webb ditemukan tertembak dua kali di kepala, dan polisi menyimpulkannya sebagai aksi bunuh diri. Pada 2014, kisah Gary Webb diangkat ke layar lebar berjudul Kill the Messenger. 4.Penelitian Sifilis Tuskegee Pada 1997 Presiden Bill Clinton meminta maaf kepada korban Penelitian Sifilis Tuskegee, Amerika Serikat. Selama penelitian yang dimulai sejak 1932 tersebut, kehidupan 600 orang Afrika-Amerika dan keluarganya hancur. Saat itu ketua Jasa Kesehatan Publik Amerika (PHS) ingin melihat bagaimana efek dari sifilis terhadap orang-orang Afrika-Amerika. Saat orang-orang tersebut dites dan positif mengidap sifilis, pihak PHS menahan informasi tersebut dari mereka dan menolak memberikan pelayanan medis untuk pasien. Hasilnya, ratusan orang tewas akibat sifilis. Hal itu berlangsung sampai saat 250 orang dari mereka ikut dalam wajib militer Perang Dunia II dan melalui tes, mereka diberitahu telah terjangkit sifilis. Meski begitu, PHS tetap menolak menangani mereka. Sampai Clinton berbicara ke publik tentang penelitian tersebut. Persoalan itu terus saja dianggap sebagai teori konspirasi oleh publik Amerika. 5. Insiden Teluk Tonkin Presiden Lyndon Johnson mengumumkan kepada publik bahwapada 4 Agustus 1964 Vietnam Utara menyerang kapal-kapal Amerika dan publik Amerika langsung menunjukkan kegeramannya. Insiden Teluk Tonkin tersebut mendapat reaksi keras dari publik sehingga meningkatkan tensi perang Vietnam. Reaksi publik atas insiden tersebutsekaligus jalan mulus bagi kongres Amerika meloloskan resolusi yang mengizinkan pasukan Amerika menyerang Vietnam Utara. Saat Perang Vietnam berakhir pada 1973, lebih dari tiga juta orang kehilangan nyawanya. Pada 2005, Badan Keamanan Nasional (NSA) mengeluarkan dokumen rahasia yang menyatakan bahwa Johnson telah merancang Insiden Teluk Tonkin sebagai dalih untuk membenarkan serangannya ke Vietnam Utara. 6. Operasi Northwoods Operasi Northwoods disusun pada awal 1960-an oleh kepala staf gabungan militer Amerika yang bertujuan untuk menebar teror dan kekacauan terhadap publik Amerika, dan menyalahkan pemerintah Kuba untuk hal tersebut. Rencana tersebutdirancang untuk menarik dukungan publik Amerika dalam perang terhadap Kuba. Beruntungnya, Presiden John F. Kennedy menolak Operasi Northwoods pada 1962. Selama bertahun-tahun, rumor beredar soal eksistensi Operasi Northwoods, tapi secara umum hal itu dianggap hanya teori konspirasi. Lalu, pada tahun 1997, tim dari Tim Peninjau Dokumen Pembunuhan John F. Kennedy (ARRB) mengungkapkan lebih dari 1.500 halaman dokumen, yang salah satu isinya mencantumkan tentang catatan Operasi Northwoods, dan bukti bahwa hal tersebut bukanlah hanya teori konspirasi semata. 7. Operasi Paperclip Seiring dengan hari kemenangan terhadap Nazi di Jerman pada tahun 1945, Presiden Truman meneken apa yang dikenal dengan Operasi Paperclip. Operasi itu bertujuan untuk merekrut ilmuwan-ilmuwan Nazi Jerman untuk bekerja di Amerika. Satu syarat dari operasi itu, seperti yang dideklarasikan oleh Truman, mereka yang sebelumnya sudah menjadi anggota Nazi tidak dibolehkan untuk memasuki Amerika. Akan tetapi, pasukan Amerika begitu bersemangat untuk mendapatkan para ilmuwan handal tersebut, bahkan sampai menghapuskan riwayat hidup para ilmuwan. Keterlibatan mereka dalam Nazi dihapus dari catatan kerja mereka,dan tanpa diketahui oleh yang lain, anggota partai Nazi pun dibawa ke Amerika. 8. Operasi Fast and Furious Pada 2011 pemerintahan Obama menyeludupkan senjata ke para kartel narkoba Meksiko dengan tujuan untuk melacak senjata-senjata itu kembali ke tangan kriminal dan gembong narkoba Meksiko yang menetapdi Amerika.Peristiwa itu kemudian dikenal dengan ‘Operasi Fast and Furious’. Tak lama kemudian, di tahun yang sama, CBS News menemukan dokumentasi yang membuktikan bahwa agen-agen Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF) tengah mendiskusikan bagaimana agar senjata-senjata tersebut dapat diserahkan kepada para gembong narkoba Meksiko di Amerika. Alasan di balik kenapa pemerintah melakukan itu adalah saat senjata-senjata tersebut digunakan untuk melakukan kejahatan, maka akan mempermudah pemerintah untuk meloloskan undang-undang kepemilikan senjata api yang lebih ketat di Amerika. Beberapa tahun belakangan ini pemerintah Amerika menghadapi persoalan kepemilikan senjata api yang disalahgunakan. Di antaranya karena maraknya penembakkan massal yang banyak menimbulkan korban tewas. Namun tak mudah buat pemerintah melakukan perubahan undang-undangnya. 9. Pembunuhan Martin Luther King Jr. Aktivis sosial Dr. Martin Luther King Jr. dibunuh pada 4 April 1968 di sebuah balkon hotel di Memphis, Tennessee. Dr. King terkenal karena upayanya untuk memberikan kesetaraan dan harmoni di kalangan warga Amerika Serikat. Nama ‘James Earl Ray’ familiar oleh banyak orang sebagai pelaku pembunuhan Dr. King, tapi yang tidak banyak orang tahu kalau pemerintah memainkan peran penting dalam pembunuhan tersebut. Pada 8 Desember 1999 keluarga King mengajukan tuntutan kepada pemerintah Amerika, dengan klaim bahwa pembunuhan King adalah hasil dari pembunuhan terencana oleh pemerintah. 12 juri dalam persidangan menyetujui bahwa kematian King adalah hasil persengkokolan pemerintah Amerika dan mafia, dan Ray sebenarnya adalah seorang pembunuh bayaran. 10. Pemerintah Amerika dan Pembunuhan Terencana Lainnya Setelah skandal Watergate, ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah Amerika berada pada titik puncaknya. Senat Amerika memutuskan membentuk komite investigasi terhadap FBI dan CIA untuk mencari aktivitas terlarang mereka, dan berharap untuk memperoleh kembali kepercayaan publik Amerika. Dalam penyidikannya, komite tersebut menemukan fakta horor yang menyatakan bahwa kudeta terhadap Salvador Allende di Cili (1973) dan Mohammad Mosaddegh di Iran (1953) adalah hasil dari aksi-aksi terlarang yang dimaksudkan tersebut. Komite juga menemukan bukti pembunuhan terencana oleh FBI dan CIA lainnya terhadap para pemimpin di Amerika Tengah dan Selatan, yang sering dilakukan dengan cara-cara yang sulit dilacak. Investigasi mengungkapkan bahwa CIA menggunakan beberapa metode pembunuhan termasuk kecelakaan mobil, kanker, bunuh diri, serangan jantung, dan ditembak mati. Alih-alih meningkatkan kepercayaan publik pada pemerintahnya, temuan tersebut justru tak meredakan ketakutan publik.

  • Salat Jumat KAA yang Bersejarah

    GUBERNUR Jawa Barat Ahmad Heryawan menjadi khatib dalam salat Jumat (24/4) siang tadi. Dia membacakan naskah khotbah dalam tiga bahasa: Indonesia, Inggris dan Arab di hadapan para pemimpin negara delegasi KAA yang melaksanakan salat Jumat bersejarah itu. Pada saat KAA, hari Jumat jatuh pada 22 April 1955. Salat Jumat dilakukan di masjid yang sama, Masjid Agung Bandung yang kini namanya menjadi Masjid Raya Bandung. Enampuluh tahun lalu Masjid Agung Bandung lebih meriah dari biasanya. Maklum, para delegasi peserta KAA yang beragama Islam turut beribadah disana, ditambah masyarakat Bandung sendiri yang menyemut disekitar masjid. Sebelum pukul 12.00, tampak Ali Sastroamidjojo beserta rombongan turun dari mobil Mercury, disusul delegasi dari Lebanon. Kemudian berturut-turut delegasi Syiria, dan Sudan tiba di masjid yang terletak Alun-alun Bandung itu. Kemudian tampak pula Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser yang kedatangannya disambut sorak-sorai jamaah salat Jumat. Lalu muncul pula mufti El Hussaini dari Palestina dan delegasi Turki beserta Irak. Bertindak sebagai khatib salat Jumat saat itu adalah Menteri Urusan Wakaf Mesir Ahmad Hassan El Bakoury. Dalam khotbah berbahasa Arab itu dia menekankan arti keadilan, keselamatan dan kemerdekaan. “Surat wal‘asri menjadi pokok acara pidatonya. Zaman akan merugikan manusia jika manusia tidak mempergunakan masa itu,” tulis majalah Merdeka , 30 April 1955. Pada khotbah kedua, khatib dadakan itu lebih banyak mendoakan negara-negara peserta untuk menjaga perdamaian. Yang menarik adalah kehadiran dua delegasi dari Republik Rakyat Tiongkok, yang beragama Islam pada salat Jumat tersebut. Kehadiran mereka seperti menegaskan pidato Zhou Enlai, ketua delegasi Tiongkok pada sidang hari kedua tentang kebebasan beragama di negerinya. Pada Selasa, 19 April 1955, Zhou berpidato dalam bahasa Tiongkok dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris tentang jaminan kebebasan menjalankan praktik ibadah agama di negaranya. “Kami kaum komunis adalah atheis, tetapi kami menghormati semua mereka yang beragama. Di Tiongkok, selain hidup tujuh juta kaum komunis, juga hidup puluhan juta kaum Muslimin, Budha, Kristen dan Katholik. Dalam delegasi RRT terdapat pula seorang ulama Islam. Masa hasut-menghasut pertentangan agama haruslah lenyap, sebab yang beruntung bukanlah kita!,” kata Zhou Enlai seperti dikutip Roeslan Abdulgani dalam The Bandung Connection .*

  • Santet

    BEBERAPA hari menjelang pemberontakan petani Banten di Cilegon pada 1888, para pemimpin, seperti Haji Wasid membagi-bagikan jimat kesaktian. Konon katanya jimat tersebut bisa bikin kebal senjata; tahan peluru. Semangat para pemberontak pun semakin membara. Ingin segera melancarkan perlawanan terhadap penjajah Belanda, syukur-syukur bisa mengusirnya dari tanah Banten. Pemberontakan dimulai dengan pekik sabilillah. Pemberontak menyerbu rumah para pejabat Belanda di Cilegon dan membunuh tuan rumah. 17 orang pejabat pemerintah kolonial tewas di tangan pemberontak. Tujuh di antaranya orang Belanda dan 10 pejabat pribumi.

  • Ritual Pengorbanan Anak

    SEKELOMPOK ilmuwan yang dipimpin Haagen Klaus, antropolog Utah Valley University, menemukan kerangka puluhan anak yang menjadi korban dalam upacara ritual suku Muchik di utara Peru. Menurut Klaus, ini adalah bukti pertama tentang ritual sejenis yang melibatkan proses mutilasi anak di wilayah pegunungan Andes, Amerika Selatan.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje diangkat menjadi pejabat negara di Hindia Belanda. Dia mengamati dan memberikan catatan serta nasihat yang membantu pemerintah kolonial mengatur ketertiban dan keamanan di wilayah koloni.
bottom of page