top of page

Hasil pencarian

9738 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Ted Lurie, Jurnalis Israel yang Masuk ke Istana Merdeka

    JENDERAL Yoga Sugama, salah satu pentolan intel kepercayaan Presiden Soeharto, suatu kali berang ketika mendengar kabar jurnalis Israel masuk ke Istana Merdeka. Meski saat itu bertugas sebagai wakil tetap Indonesia untuk PBB, Yoga tak terima jaringan intelijen Indonesia disebut kecolongan apalagi lemah. Muntabnya sang jenderal berkaitan dengan keberadaan seorang wartawan Israel di Indonesia yang menghadiri acara organisasi pers Asia pada akhir Agustus 1971. “Yang terang, wartawan Israel tersebut pasti tidak memakai paspor Israel, kalau memakai paspor tersebut, pasti pejabat-pejabat Indonesia tidak mengizinkannya masuk ke Indonesia,” kata Yoga seperti dikutip harian Merdeka , 3 September 1971. Ted Lurie, pemimpin redaksi Jerusalem Post, adalah wartawan Israel yang pernah bikin geger dunia diplomatik Indonesia. Menilik rekam jejaknya dalam khazanah pers Israel, Lurie bukanlah jurnalis sembarangan. Buletin harian terbitan Jewish Telegraphic Agency , edisi 3 Juni 1974, menyebit Lurie seorang pelopor pers di Israel yang lahir di New York pada 1909 dan lulus dari Cornel University pada 1930. Setelahnya, Lurie berimigrasi ke Palestina untuk menekuni pekerjaan jurnalistik di harian berbahasa Inggris Palestine Post .

  • Belanda vs Inggris di Maluku

    ABAD ke-16 Portugis dan Spanyol berhasil memecah belah Maluku. Seratus tahun kemudian Belanda datang bak pahlawan kesiangan. Mereka menawarkan proposal bantuan untuk mengusir Portugis dari tanah Maluku. Rakyat yang sudah sangat kelelahan akibat perang dengan mudah dapat dipengaruhi. Dalam buku Kapitan Pattimura, I.O. Nanulaitta menyebut jika rakyat Maluku mau tidak mau harus menuruti segudang permintaan Belanda yang sebenarnya sangat merugikan mereka. Belanda meminta rakyat Maluku tidak menjual rempah-rempahnya kepada bangsa lain. Seluruh perdagangan diatur dengan menempatkan Belanda sebagai prioritas. Selain itu, rakyat mesti memperbolehkan Belanda mendirikan benteng baru di Maluku. “Karena Portugis sudah dalam keadaan lemah, maka dengan mudah Belanda melenyapkan kekuasaan mereka dari Maluku,” tulis Nanulaitta. Belanda menepati janjinya. Pemerintahan Portugis berakhir untuk selama-lamanya dari tanah Maluku. Rakyat menyambut dengan suka cita. Namun kemenangan itu tidak serta merta mengantarkan rakyat Maluku kepada kemerdekaan yang mereka nantikan. “Kompeni Wolanda”, sebutan rakyat untuk orang-orang Belanda, baru saja memulai perjalanannya menguasai Maluku.

  • Sigale-gale, Boneka Arwah dari Tanah Batak

    RUPANYA menyerupai manusia. Pada tubuh yang mematung itu dipakaikan busana orang dewasa sementara bahunya diselempangkan kain ulos. Matanya memancarkan tatapan kosong. Namun, ketika alunan musik gondang berdentang, tubuhnya bergerak bak penari tortor yang piawai. Siapa saja yang melihatnya niscaya akan turut terbuai lantas ikut menari. Begitulah sosok Sigale-gale, boneka kayu yang berada di Desa Tomok, Pulau Samosir, Sumatra Utara. Namun, Anda tidak perlu takut terhadap Sigale-gale. Di belakang podium tempat Sigale-gale berdiri, ada seorang dalang yang mengendalikan gerakan Sigale-gale. Tarikan benang dalang yang tersembunyi itulah yang membuat Sigale-gale seolah menari sendiri.   Sigale-gale sendiri dalam bahasa Batak Toba berarti lemah gemulai.  Legenda tentang Sigale-gale menurut perkiraan masyarakat Batak, seperti diteliti M. Saleh dalam Seni Patung Batak dan Nias, menyatakan bahwa kehadirannya bersamaan dengan seni topeng yang terdapat di daerah itu. Oleh karenanya, legenda Sigale-gale tidak ditemukan dalam hikayat-hikayat lama suku Batak Toba atupun pustaha Batak. Dari cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun, legenda Sigale-gale mengakar bersama masyarakat Batak sebagai kearifan lokal.

  • Dakocan dari Boneka ke Lagu Anak-anak

    KEBANYAKAN orang tentu tak asing dengan nama dakocan, sebuah boneka yang populer di kalangan anak-anak perempuan sejak tahun 1960-an. Boneka berbahan plastik maupun karet berwarna hitam ini berasal dari Jepang. Nama boneka ini adalah dakko-chan yang dalam bahasa Jepang artinya boneka yang bisa dipeluk. Sesuai dengan namanya, dakocan dapat dililitkan ke badan –biasanya tangan atau kaki– yang membuat boneka ini terlihat seperti sedang memeluk sesuatu. Tak heran bila banyak anak-anak melilitkan dakocan di tangannya saat tengah bermain atau melakukan aktivitas sehari-hari. Menurut Millie Creighton dalam “ Soto Others and uchi Others: Imaging Racial Diversity, Imagining Homogeneous Japan,” termuat di Japan’s Minorities: The Illusion of Homogeneity , dakocan muncul di Jepang sejak tahun 1950-an dan segera mencuri perhatian publik di Negeri Sakura, khususnya anak-anak. Sebab, boneka yang diproduksi oleh Takara Company ini memiliki tampilan yang khas, yakni berwarna hitam dengan mata besar dan bibir berwarna merah yang juga besar.

  • Bermain Boneka Barbie

    SIAPA yang tak mengenal Barbie? Boneka mainan favorit anak-anak ini bahkan diminati orang dewasa karena tampilannya yang fashionable . Popularitas Barbie membuat boneka ini diadaptasi menjadi film animasi. Bahkan, kini Barbiediangkat ke layar lebar yang tayang di bioskop pada 19 Juli 2023. Kehadiran Barbie tak dapat dilepaskan dari sosok Ruth Handler dan perusahaan Mattel. Perusahaan mainan ini didirikan Ruth dan suaminya, Elliot Handler bersama Harold “Matt” Matson, kawan Elliot pada 1945. Lee Slater dalam Barbie Developer: Ruth Handler menulis Mattel merupakan gabungan dari nama Matt dan Elliot. “Handler dan Matson membuat furnitur rumah boneka. Tapi mereka paling senang membuat mainan. Jadi, mereka memutuskan Mattel Creations akan membuat dan menjual mainan,” tulis Slater.

  • Perwira Indonesia di Kapal Selam Belanda

    SEKITAR awal tahun 1942, Karkono Soetardjo sudah sekolah di Yogyakata. Waktu itu, kota Yogyakarta sering diancam bom oleh pesawat udara Jepang. Tetapi kereta api dari arah Surabaya masih sering melintas. “Ada seorang kurir mengantar surat kakak memberitahukan bahwa hari itu kakak melintas Yogya menuju Cilacap,” kata Karkono Soetedjo dalam album keluarga. Untuk beberapa tahun, Karkono tidak bertemu kakaknya itu yang bernama R. Subyakto. Dari Cilacap, Subyakto berlayar ke tempat yang jauh. Di zaman itu, dengan modal ijazah SMA, ia bisa menjadi lebih dari seorang kelasi. Sejak tahun 1942, Subyakto berstatus calon perwira cadangan di Koninklijk MarinealiasAngkatan Laut Kerajaan Belanda. Tahun berikutnya, ia benar-benar menjadi perwira cadangan Angkatan Laut Kerajaan Belanda.Sekitar tahun 1943, Angkatan Laut Kerajaan Belanda kekurangan cadangan awak kapal selam.

  • Kapal Selam Mini Buatan Ginangan

    BELANDA mengerahkan Angkatan Laut untuk melakukan blokade terhadap Republik Indonesia. Armada Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pun harus lebih cerdas dan berhati-hati dalam memilih jalur pelayaran. Mereka bisa berada dalam bahaya jika bertemu kapal Belanda yang lebih canggih. Upaya agak gila pernah dicoba, yaitu membuat kapal selam mini untuk melawan kapal Belanda. Dengan modal 5 ribu ORI (Oeang Republik Indonesia), kapal selam mini dibuat di sekitar Yogyakarta. Indroyono Soesilo dan Budiman dalam Kapal Selam Indonesia  mencatat, Djadoe Ginangan dibantu oleh M. Susilo, pegawai perencanaan kapal, untuk merancang desain kapal selam tersebut. Setelah perancangan di sebuah pabrik besi di Yogyakarta, pada Juli 1947 mereka mulai mengerjakan kapal selam mini berukuran 7x1 meter, bobot mati 5 ton, dan memakai mesin mobil Fiat 5 PK.

  • Alibi Kapal Bocor Ala Inggris

    SETELAH tentara Jepang menyerah kalah pada 15 Agustus 1945, kawasan pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dikuasai para pendukung Republik Indonesia. Sekitar 25 Oktober 1945, terlihatlah kapal AL Inggris selaku wakil Sekutu di perairan Surabaya. Pemerintah pusat yang masih di Jakarta menyetujui pendaratan tentara Sekutu. Menurut Moehkardi dalam Peran Surabaya dalam Revolusi Nasional 1945 , pemerintah pusat meminta pemerintah RI di Surabaya membantu tugas-tugas tentara Sekutu dalam melucuti tentara Jepang, memulangkan tentara Jepang ke negeri, dan menjaga keamanan dan ketertiban. Meski pemerintah pusat berharap orang-orang Indonesia mau bekerjasama dengan tentara Sekutu yang sangat kuat itu, rasa tidak suka “arek-arek” Surabaya kepada tentara Sekutu terlihat jelas. Jika di Jakarta tentara Inggris masih merasakan keramahan, di Surabaya tidak. Mereka tampak tak ingin berurusan dengan penguasa asing.

  • Duel Pertama Kapal Berpelat Besi

    PERAIRAN Selat Hampton Roads di dekat Semenanjung Sewell’s Point, Virginia, Amerika Serikat pada pukul enam pagi   9 Maret 1862   diselimuti kabut tebal. Letnan John   Lorimer Worden, nakhoda kapal besi Angkatan Laut (AL) Union   USS Monitor , dengan sabar menanti musuhnya yang bakal datang dari arah selatan. Di hari kedua   Pertempuran Hampton Roads (8-9 Maret 1862), Worden siap mengejutkan lawannya dengan kekuatan sepadan. Sejak dini hari, Worden sudah “gatal” untuk menuntut balas. Pasalnya, di hari pertama   sejumlah frigat kayu bertenaga uap Armada Union dibantai lawan yang tak seimbang, yakni CSS Virginia , kapal besi milik armada Konfederasi. Setelah dua jam ditunggu di pagi 9 Maret itu, pukul delapan perlahan kabut mulai buyar. Jarak pandang pun kian jelas. Dari anjungan Monitor , Worden segera mendengar dentuman meriam yang mengarah ke koleganya, frigat USS Minnesota . Letnan Samuel Greene, komandan meriam Monitor , mulai tak sabar untuk balas menembak. Mengingat tabung komunikasi antara ruang meriam dan anjungan sedang rusak, permintaan itu disampaikan secara relay  melalui perwira perantara William F. Keeler.

  • Ketika Rahib Katolik Bertamu ke Majapahit

    BAPA Suci umat Katolik, Paus Fransiskus, dijadwalkan melawat ke Indonesia awal September ini. Paus Fransiskus menjadikan Indonesia, negara dengan penduduk mayoritas muslim, sebagai destinasi pertama dalam perjalanan apostoliknya ke kawasan Asia Pasifik. Selain Indonesia, pemimpin Takhta Suci Vatikan itu juga akan ke Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.  Paus Fransiskus dijadwalkan bertandang ke Jakarta kurun 3-6 September dengan aneka agenda, mulai dari bersua presiden beserta para pejabatnya dan para tokoh masyarakat lintas agama di Istana Negara, hingga pertemuan dengan para agamawan Katolik di Gereja Katedral Jakarta. Tak ketinggalan, Paus juga akan memimpin misa akbar terbuka di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Indonesia sendiri sudah menjalin hubungan diplomatik dengan Takhta Suci Vatikan sejak 1950. Pun sudah pernah dua kali kedatangan sang pemimpin Katolik. Pertama , kunjungan Paus Paulus VI pada Desember 1970. Kedua , Paus Yohanes Paulus II yang melawat pada Oktober 1989. Keduanya sama-sama disambut Presiden Soeharto.

  • Ozzy Osbourne Ditolak Jadi Tentara

    DISLEKSIA tak hanya membuat John Michael Osbourne alias Ozzy Osbourne merasa menjadi bocah terbodoh dan jadi bahan olok-olok di kelasnya. Dia juga sampai putus sekolah hinggga masa remajanya menjadi kacau. Ozzy yang dari keluarga kelas pekerja itu tumbuh menjadi bocah bandel. Kendati begitu, dia terpikir untuk membuat ayahnya senang. “Umurku 17 tahun dan uring-uringan waktu mencoba masuk tentara. Aku ingin melihat dunia dan tembak orang sebanyak mungkin,” aku Ozzy seperti dicatat Harry Shaw dalam Ozzy Talking Ozzy Osbourne in His Own Words . Namun, asa Ozzy pupus. Pada 1965, militer Inggris menolak remaja bermasalah yang pernah tiga minggu dipenjara itu.

  • Mitologi Toar-Lumimuut, Malesung, dan Minahasa

    PADA suatu hari di zaman dahulu, Putri Rumimoto alias Lumimuut mesti menyeberangi lautan demi mencapai sebuah tempat. Maka, dengan kawalan Panglima Tumura alias Toar dan pasukannya, Lumimuut pun mengarungi lautan. Ombak sedang besar dan arus laut begitu kuat saat itu karena badai sedang “pentas”. Nahas pun tak bisa ditolak. Lumimuut beserta para pengawalnya hanyut dibawa ombak ke arah selatan. Mereka akhirnya menemukan sebuah pulau yang dinamakan Luzon dan Luzon Baru. Pulau Luzon kemungkinan Pulau Luzon yang di Filipina. Pulau Luzon Baru itu disebut pula sebagai Molusan. “Moluson kemudian disebut Malesung oleh keturunannya,” tulis A.E. Sinolungan di artikelnya di Majalah Maesan  nomor 10, September 1986, hingga ada istilah zaman Malesung.

bottom of page