- 10 Mar 2023
- 2 menit membaca
Diperbarui: 9 Mar
SEKITAR awal tahun 1942, Karkono Soetardjo sudah sekolah di Yogyakata. Waktu itu, kota Yogyakarta sering diancam bom oleh pesawat udara Jepang. Tetapi kereta api dari arah Surabaya masih sering melintas.
“Ada seorang kurir mengantar surat kakak memberitahukan bahwa hari itu kakak melintas Yogya menuju Cilacap,” kata Karkono Soetedjo dalam album keluarga. Untuk beberapa tahun, Karkono tidak bertemu kakaknya itu yang bernama R. Subyakto.
Dari Cilacap, Subyakto berlayar ke tempat yang jauh. Di zaman itu, dengan modal ijazah SMA, ia bisa menjadi lebih dari seorang kelasi. Sejak tahun 1942, Subyakto berstatus calon perwira cadangan di Koninklijk MarinealiasAngkatan Laut Kerajaan Belanda. Tahun berikutnya, ia benar-benar menjadi perwira cadangan Angkatan Laut Kerajaan Belanda.Sekitar tahun 1943, Angkatan Laut Kerajaan Belanda kekurangan cadangan awak kapal selam.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












