top of page

Duel Pertama Kapal Berpelat Besi

Kisah bentroknya dua kapal “berzirah” di Perang Saudara Amerika. Siapa pemenangnya?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi duel ironclad alias kapal besi USS Monitor vs CSS Virginia di Pertempuran Hampton Roads (Library of Congress)

9 Mar 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 9 Mar

PERAIRAN Selat Hampton Roads di dekat Semenanjung Sewell’s Point, Virginia, Amerika Serikat pada pukul enam pagi 9 Maret 1862 diselimuti kabut tebal. Letnan John Lorimer Worden, nakhoda kapal besi Angkatan Laut (AL) Union USS Monitor, dengan sabar menanti musuhnya yang bakal datang dari arah selatan. Di hari kedua Pertempuran Hampton Roads (8-9 Maret 1862), Worden siap mengejutkan lawannya dengan kekuatan sepadan.


Sejak dini hari, Worden sudah “gatal” untuk menuntut balas. Pasalnya, di hari pertama sejumlah frigat kayu bertenaga uap Armada Union dibantai lawan yang tak seimbang, yakni CSS Virginia, kapal besi milik armada Konfederasi.


Setelah dua jam ditunggu di pagi 9 Maret itu, pukul delapan perlahan kabut mulai buyar. Jarak pandang pun kian jelas.


Dari anjungan Monitor, Worden segera mendengar dentuman meriam yang mengarah ke koleganya, frigat USS Minnesota. Letnan Samuel Greene, komandan meriam Monitor, mulai tak sabar untuk balas menembak. Mengingat tabung komunikasi antara ruang meriam dan anjungan sedang rusak, permintaan itu disampaikan secara relay melalui perwira perantara William F. Keeler.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page