- 10 Jan 2022
- 4 menit membaca
Diperbarui: 9 Mar
RUPANYA menyerupai manusia. Pada tubuh yang mematung itu dipakaikan busana orang dewasa sementara bahunya diselempangkan kain ulos. Matanya memancarkan tatapan kosong. Namun, ketika alunan musik gondang berdentang, tubuhnya bergerak bak penari tortor yang piawai. Siapa saja yang melihatnya niscaya akan turut terbuai lantas ikut menari. Begitulah sosok Sigale-gale, boneka kayu yang berada di Desa Tomok, Pulau Samosir, Sumatra Utara.
Namun, Anda tidak perlu takut terhadap Sigale-gale. Di belakang podium tempat Sigale-gale berdiri, ada seorang dalang yang mengendalikan gerakan Sigale-gale. Tarikan benang dalang yang tersembunyi itulah yang membuat Sigale-gale seolah menari sendiri.
Sigale-gale sendiri dalam bahasa Batak Toba berarti lemah gemulai. Legenda tentang Sigale-gale menurut perkiraan masyarakat Batak, seperti diteliti M. Saleh dalam Seni Patung Batak dan Nias, menyatakan bahwa kehadirannya bersamaan dengan seni topeng yang terdapat di daerah itu. Oleh karenanya, legenda Sigale-gale tidak ditemukan dalam hikayat-hikayat lama suku Batak Toba atupun pustaha Batak. Dari cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun, legenda Sigale-gale mengakar bersama masyarakat Batak sebagai kearifan lokal.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












