top of page

Aksi Tentara Semut di Zaman Revolusi

Anak-anak di Sumatra Barat ambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Disebut tentara semut, mereka bertugas menjadi mata-mata hingga merakit bom molotov.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Anak-anak duduk di tepi jalan di suatu wilayah di Indonesia pada 1947. Kala itu tak sedikit anak-anak yang ikut ambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. (Cas Oorthuys/Nederlands Fotomuseum/geheugen.delpher.nl).

11 Jul 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 23 Jun

SEKILAS tak ada yang mencurigakan dari gerak-gerik anak-anak yang tengah asyik bermain di siang hari itu. Namun, tanpa disadari oleh orang-orang di sekitarnya, anak-anak tersebut sesungguhnya tengah menggali informasi mengenai pergerakan tentara Sekutu dan NICA di Padang.


Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia tak hanya dilakukan orang-orang dewasa. Anak-anak juga tergerak untuk ikut ambil bagian dalam mengusir pasukan Belanda. Di Sumatra Barat, anak-anak ini disebut tantara samuik atau tentara semut.


Dalam Ensiklopedi Minangkabau dijelaskan, tantara samuik atau tentara semut adalah sebutan populer yang diberikan masyarakat untuk menyebut kelompok anak-anak remaja yang terpanggil untuk membantu perjuangan rakyat mempertahankan kemerdekaan pada masa Aksi Militer Belanda I dan II tahun 1947–1948. Anak-anak ini diberi latihan dasar kemiliteran dan tugas-tugas bantuan seperti menjadi kurir, mata-mata, hingga petugas palang merah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
transparant.png
bottom of page