- 11 Jul 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 23 Jun
SEKILAS tak ada yang mencurigakan dari gerak-gerik anak-anak yang tengah asyik bermain di siang hari itu. Namun, tanpa disadari oleh orang-orang di sekitarnya, anak-anak tersebut sesungguhnya tengah menggali informasi mengenai pergerakan tentara Sekutu dan NICA di Padang.
Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia tak hanya dilakukan orang-orang dewasa. Anak-anak juga tergerak untuk ikut ambil bagian dalam mengusir pasukan Belanda. Di Sumatra Barat, anak-anak ini disebut tantara samuik atau tentara semut.
Dalam Ensiklopedi Minangkabau dijelaskan, tantara samuik atau tentara semut adalah sebutan populer yang diberikan masyarakat untuk menyebut kelompok anak-anak remaja yang terpanggil untuk membantu perjuangan rakyat mempertahankan kemerdekaan pada masa Aksi Militer Belanda I dan II tahun 1947–1948. Anak-anak ini diberi latihan dasar kemiliteran dan tugas-tugas bantuan seperti menjadi kurir, mata-mata, hingga petugas palang merah.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















