Diperbarui: 21 Sep
MAULWI Saelan jengkel menyaksikan tingkah tentara Sekutu dan Belanda di Makassar. Serdadu asing yang baru saja memenangkan Perang Dunia II ini menduduki objek vital dalam kota.
Mereka bukan saja menguasai Hotel Empres tapi juga menduduki tangsi dan kantor polisi. Namun yang paling menohok, para tentara Sekutu itu membiarkan bendera Belanda berkibar di mana-mana.
“Pemandangan ini tentu sangat tidak menyenangkan karena terasa suasana Indonesia merdeka yang mendominasi Kota Makassar dan seluruh Sulawesi Selatan, terancam berganti,” kenang Maulwi dalam memoar Dari Revolusi 45 sampai Kudeta 66: Kesaksian Wakil Komandan Tjakrabirawa.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















