Diperbarui: 13 Okt
HINDIA Belanda menjadi tempat yang diimpikan banyak pria Belanda untuk mengubah nasib. Di tanah subur nan kaya yang diperintah “kaki-tangan” ratu Belanda itu, kehidupan sejahtera jauh lebih mungkin diwujudkan ketimbang di negeri asal mereka, Belanda. Terlebih, warna kulit putih mereka memungkinkan mendapat keistimewaan yang tidak didapatkan orang kulit berwarna akibat sistem rasis yang diterapkan pemerintah Hindia Belanda.
Faktor itulah yang mendorong Willem van Osch, yang lahir pada 19 Juni 1910, rela bertaruh nyawa mengarungi samudera ribuan kilometer demi mencapai Hindia Belanda. Pria asal Rosmalen, Belanda ini kemudian menjalani kehidupan berbeda di tempat yang baru. Dia diterima menjadi tentara kolonial, Koninklijk Nederlands-Indische Leger (KNIL). Pangkatnya sudah sersan mayor (serma) infanteri dengan nomor stamboek-nya 89068.
Di Hindia Belanda pula Willem menemukan jodoh dan berkeluarga. Koran De Locomotief, 24 Januari 1936 memberitakan, Willem van Osch menikah dengan Johanna Bojoh di Magelang –kota tangsi bagi KNIL– pada 22 Januari 1936. Johanna merupakan gadis berdarah Sunda dan Manado.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















