top of page

Bagaimana Belanda Mengurus Banjir di Batavia?

Orang Belanda sudah terbiasa dengan banjir. Batavia kemudian dirancang sebagai kota dengan sistem kanal.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Banjir di Batavia antara tahun 1915-1918. (Tropenmuseum/Wikimedia Commons).

  • 24 Feb 2021
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 20 Mei

SEPERTI awal tahun 2020 lalu, awal tahun 2021 Jakarta kembali dilanda banjir. Sejumlah wilayah, terutama di Jakarta Selatan, tergenang pada Sabtu, 20 Februari lalu.

Banjir seakan-akan menjadi momok rutin tahunan bagi warga Jakarta dan tak kunjung terselesaikan sejak dulu. Bagaimana orang Belanda menangani banjir kala Jakarta masih bernama Batavia?


Sejarawan Bondan Kanumoyoso menjelaskan dalam Dialog Sejarah “Banjir di Jakarta Riwayatmu Dulu” di saluran Youtube dan Facebook Historia.ID, Selasa, 23 Februari 2021 bahwa karakteristik wilayah Jakarta sejak awal memang berpotensi banjir. Bukan hanya dari zaman kolonialisme Belanda, melainkan sudah sejak zaman Kerajaan Tarumanegara. Hal itu, sambung Bondan, mendorong Raja Purnawarman memerintahkan pembangunan sebuah bendungan untuk mencegah banjir.


“Jadi banjir itu merupakan suatu hal yang terjadi sejak bahkan sebelum kota ini menjadi kota pelabuhan yang ramai. Ini karena karakteristik geologi dan geomorfologi dari Jakarta,” terang Bondan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo tak hanya berotak encer dalam pelajaran, wawasan dunia dan kesadaran kebangsaannya tumbuh berkat Jules Verne, Multatuli, hingga Sun Yat-sen.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah terpikat sosialisme pada pandangan pertama. Sutan Sjahrir jadi comblangnya.
bg-gray.jpg
Buyut Ahmad Subardjo berasal dari keluarga terpandang di Aceh yang terlibat persaingan kekuasaan. Dia memilih merantau ke Jawa dan menjadi pemuka agama Islam. Anaknya mengikuti jejaknya.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berada di dalam pusaran kontroversi penyusunan RUU Perkawinan. Berbuah manis walau penuh kompromi.
Para simpatisan Tan Malaka bikin Sukarno naik pitam soal kabinet alternatif.
Para simpatisan Tan Malaka bikin Sukarno naik pitam soal kabinet alternatif.
Percampuran banyak budaya di Kota Budapest akan dituangkan lewat pameran bersama antar dua negara.
Percampuran banyak budaya di Kota Budapest akan dituangkan lewat pameran bersama antar dua negara.
Ketika harga cabai melambung tinggi melebihi UMR harian masyarakat. Bagaimana solusi dari menteri tenaga kerja?
Ketika harga cabai melambung tinggi melebihi UMR harian masyarakat. Bagaimana solusi dari menteri tenaga kerja?
Survei SMRC menunjukan mayoritas warga tidak percaya akan kebangkitan PKI. Dimanfaatkan kelompok tertentu demi tujuan politik.
Survei SMRC menunjukan mayoritas warga tidak percaya akan kebangkitan PKI. Dimanfaatkan kelompok tertentu demi tujuan politik.
Beberapa negara Eropa Timur ingin menyamakan tragedi Holocaust dengan kejahatan komunis Soviet.
Beberapa negara Eropa Timur ingin menyamakan tragedi Holocaust dengan kejahatan komunis Soviet.
Sepakbolanya lahir dari zaman perang. Dirajut dari masa ke masa di tengah konflik.
Sepakbolanya lahir dari zaman perang. Dirajut dari masa ke masa di tengah konflik.
transparant.png
bottom of page