top of page

Banda, Titik Nol Indonesia

Jay Subyakto membuat sebuah film dokumenter yang melukiskan betapa besar dan pentingnya Banda bagi Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 1 Agu 2017
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 29 Jul 2025

SIAPA tak mengenal Banda? Sejak ribuan tahun lalu, gugusan pulau di timur Nusantara itu sudah jadi primadona komoditas rempah dan kerap didatangi para pedagang dari Tiongkok, Arab, India dan Persia. Beralih ke abad 16, Banda mulai jadi rebutan negara-negara kolonialis dari Eropa.


Cengkeh dan pala jadi kekayaan alam yang menjadikan Banda sebagai pesona. Adalah Portugis, bangsa asing pertama yang menjejakkan kaki di kepuluan tersebut. Disusul Belanda dan Inggris. Sejak itu, dominasi pedagang Arab dan Tiongkok pun tergusur oleh bangsa Eropa.


Sejak bangsa Eropa mencapai Banda, beberapa perubahan dalam perdagangan terjadi. Baik dalam hal ekonomi hingga sosial. Berbagai tragedi pun pernah terjadi. Seperti insiden pembantaian massal yang pernah dilakukan oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen di era kejayaan VOC (Kongsi Dagang Hindia Timur milik Belanda).


Di era VOC pula, monopoli cengkeh dan pala diberlakukan. Sistem perbudakan diterapkan. Terjadilah percampuran dalam kehidupan sosial pasca Belanda mendatangkan banyak budak dari berbagai daerah di Nusantara.


Kompetisi antarsesama bangsa Eropa juga terjadi. Bahkan, Inggris menukar Pulau Run, pulau mungil yang jadi sentra komoditas pala, dengan Pulau Manhattan yang dikuasai Belanda sebagai salah satu syarat perjanjian damai dalam Perjanjian Breda (Treaty of Breda) pada 31 Juli 1667.


Lambat laun seiring zaman kian modern, permintaan akan komoditas pala merosot. Banda lantas lebih dimanfaatkan pemerintah Hindia Belanda sebagai tempat pembuangan para pembangkang. Sejumlah tokoh macam Cipto Mangunkusumo, Sutan Sjahrir, Mohammad Hatta, hingga Iwa Kusuma Sumantri pernah merasakan diasingkan di Banda.


Sebagaimana daerah lain di Hindia Belanda, Banda juga lantas jadi bagian dari Republik Indonesia pasca-Proklamasi 17 Agustus 1945. Sejak itulah banyak perkebunan pala dinasionalisasi. Namun efek dari situasi tersebut menjadikan kondisi ekonomi para petani pala “jalan di tempat” karena kesalahan manajemen yang parah.


Sejarah kelam di Banda di zaman Jan Pieterszoon Coen seolah kembali terjadi di Banda pada 1999. Kerusuhan dan konflik horizontal yang terjadi di Ambon, menular sampai ke sana.


Kini bersamaan dengan momentum 350 tahun Perjanjian Breda, Banda menyatakan diri hendak bangkit. Tidak hanya ingin maju dalam hal pariwisata yang mempromosikan keindahan alam baharinya, tapi juga kekayaan warisan sejarahnya.


Detail-detail soal Banda inilah yang lantas dirangkum sutradara Jay Subyakto dalam sebuah film dokumenter, Banda: The Dark Forgotten Trail. Dalam karya pertamanya di dunia film setelah sempat absen 17 tahun ini, Jay ingin masyarakat Indonesia bisa membuka mata tentang sejarah Banda yang begitu penting tapi seolah dilupakan.


“Buat saya, sejarah itu penting. Kalau kita melupakan masa lalu, ya kita enggak akan bisa berhasil di masa depan. Banda sekarang ditinggalkan dan dilupakan sendiri oleh bangsanya. Padahal Banda itu titik nol Indonesia,” tutur Jay Subyakto kepada Historia dalam gala premier filmnya di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Senin (31/7/2017).


Untuk membuat film ini, Jay penulis Irfan Ramli melakukan penelitian lapangan termasuk membaca surat-surat pribadi Bung Hatta semasa diasingkan di Banda Neira.


“Karena Mohammad Hatta juga termasuk paman saya, jadi saya tahu surat-surat pribadinya selama dia di Banda. Beliau juga sering cerita kepada saya mengenai Banda sebelum beliau meninggal pada 14 Maret 1980,” ujar Jay.


Film dokumenter yang beberapa scene-nya diselingi animasi dan wawancara sejarawan Wim Manuhutu, Usman Thaleb serta beberapa orang Banda itu, akan tayang serentak di sejumlah bioskop pada 3 Agustus 2017.


“Semoga film ini bisa jadi jendela untuk memahami sejarah bangsa kita. Semoga juga bisa menginspirasi dan menimbulkan semangat kita sebagai bangsa yang besar,” kata produser Sheila Timothy dalam sambutannya jelang gala premier.



Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Kewarganegaraan anggota DPR dari kalangan minoritas, E.F. Wens, dipertanyakan. Memantik polemik hingga intrik internal dalam organisasi Indo.
bg-gray.jpg
Di masa tuanya, Henk Ngantung hidup memprihatinkan. Dikucilkan dan distigma PKI. Bahkan, pameran terakhir mantan gubernur DKI Jakarta ini diganggu aparat intelijen pemerintah.
bg-gray.jpg
The term “tante girang”, which means cougar, gained popularity in the 1970s, though the phenomenon had already been emerging for two decades prior. Popular literature captured it as a social portrait in Indonesia.
bg-gray.jpg
KH Chalimi pernah memimpin gerakan mahasiswa Surabaya menolak Soeharto menjadi presiden lagi. Ditangkap lalu disekap di penjara angker Kalisosok.
Ryamizard dikenal sebagai jenderal TNI yang suka bicara blak-blakan. Di puncak kariernya, ia gagal menjadi panglima TNI.
Ryamizard dikenal sebagai jenderal TNI yang suka bicara blak-blakan. Di puncak kariernya, ia gagal menjadi panglima TNI.
“Lorem ipsum” yang bertahan berabad-abad, bermula dari karya filsuf Romawi Kuno, hingga kini tak tergantikan jadi elemen penting desain grafis.
“Lorem ipsum” yang bertahan berabad-abad, bermula dari karya filsuf Romawi Kuno, hingga kini tak tergantikan jadi elemen penting desain grafis.
Fenomena begal yang marak akhir-akhir ini ternyata sudah terjadi sejak masa Jawa Kuno. Pelakunya ada yang diberi hukuman mati.
Fenomena begal yang marak akhir-akhir ini ternyata sudah terjadi sejak masa Jawa Kuno. Pelakunya ada yang diberi hukuman mati.
Seratusan pekerja tambang dibunuh dan dimasukkan ke lubang oleh Jepang. Sisanya hidup dalam kelaparan dan penyakit.
Seratusan pekerja tambang dibunuh dan dimasukkan ke lubang oleh Jepang. Sisanya hidup dalam kelaparan dan penyakit.
Jusuf Randy dijuluki “raja komputer” yang sukses membangun bisnis kursus komputer di Indonesia. Namun, dia ditangkap polisi karena kasus penipuan.
Jusuf Randy dijuluki “raja komputer” yang sukses membangun bisnis kursus komputer di Indonesia. Namun, dia ditangkap polisi karena kasus penipuan.
Armada Vasco da Gama memblokade Laut Merah. Sebuah kapal dagang yang membawa ratusan rombongan haji dicegat, dijarah, dan dibantai.
Armada Vasco da Gama memblokade Laut Merah. Sebuah kapal dagang yang membawa ratusan rombongan haji dicegat, dijarah, dan dibantai.
transparant.png
bottom of page