top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Berbisnis di Rantau

Orang-orang Arab punya tradisi bisnis. Mereka berbisnis dalam berbagai bidang mulai dari hiburan, perdagangan, lahan-perumahan, tekstil, hingga dagang kuda.

8 Sep 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Pedagang Arab di Jawa, 1870. (KITLV).

Diperbarui: 4 Des 2025

TIGA bersaudara keturunan Arab dari Padang, Sumatra Barat, tiba di Batavia pada 1920-an. Semuanya pengusaha. Harta mereka berlimpah, hasil dari warisan orangtua dan keuntungan bisnis. Namun, misi utama mereka di Batavia bukan untuk berbisnis, melainkan memperkenalkan tradisi musik dan sandiwara khas mereka kepada warga Batavia.  

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page