top of page

Bogem Mentah Leo Wattimena

Begitu sayangnya sang komodor pada P-51 Mustang yang senantiasa diterbangkannya. Dia tidak rela jika ada yang mengusik apalagi mengotori tunggangan tempurnya itu.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 9 Apr 2021
  • 3 menit membaca

SUATU pagi yang cerah di Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakumah. Komodor (Udara) Leo Wattimena sedang memanasi pesawat P-51 Mustangnya di pinggir landasan. Namun, kondisi landasan Pangkalan Halim saat itu tidak begitu mulus. Pada pertengahan 1965, salah satu pangkalan udara tertua itu tengah direnovasi. Pengerjaannya meliputi  perpanjangan landasan 24 sepanjang 1000 meter dan pengurukan kerendahan tanah setinggi 20 meter. Proyek itu dinamakan Proyek Pringgodani.


“Kami mendapat bantuan sepenuhnya dari Zeni Angkatan Darat berupa truk-truk dan alat-alat berat beserta personil-personilnya,” kata Kolonel (Udara) Wisnu Djajengminardo dalam Kesaksian: Memoir Seorang Kelana Angkasa.


Wisnu saat itu menjabat sebagai komandan PAU Halim Perdanakusuma. Dia juga merupakan teman baik Leo Wattimena. Mereka seangkatan ketika sama-sama mengikuti sekolah penerbangan di Akademi TALOA, California, Amerika Serikat. Meski keduanya sejawat akrab, namun secara kedinasan, Leo yang menjabat Panglima Komando Operasi (Pang Koops) AURI adalah atasan Wisnu.   

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh sebelum kedatangan Belanda, tradisi literasi masyarakat Betawi telah berkembang pesat. Bahkan, mereka sudah mengenal penyewaan naskah.
bg-gray.jpg
Sebagai lulusan sekolah guru, Sudiro menghabiskan masa mudanya dengan menjadi guru sekaligus aktivis pergerakan nasional.
bg-gray.jpg
Selain jago catur, Sudiro muda mengisi hari-harinya semasa sekolah dengan aktif dalam pergerakan Jong Java dan kepanduan.
bg-gray.jpg
Kelahirannya disambut gembira oleh kakeknya sebagai cucu pertama. Diberinya nama Sudiro yang berarti berani. Selamat dari wabah Flu Spanyol.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
Perjuangan Soedirman masih belum usai. Ketika sebagian pasukan Sekutu ke Magelang, mereka berjanji tak akan mengusik kedaulatan Indonesia, tetapi para eks tentara Belanda berulah kembali.
Perjuangan Soedirman masih belum usai. Ketika sebagian pasukan Sekutu ke Magelang, mereka berjanji tak akan mengusik kedaulatan Indonesia, tetapi para eks tentara Belanda berulah kembali.
transparant.png
bottom of page