top of page

Jagoan Udara Bernama Leo Wattimena

Lihai di udara, setia kawan di darat. Di balik sisi gilanya, Leo Wattimena adalah pribadi yang banyak disenangi para koleganya.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 2 Nov 2020
  • 3 menit membaca

Jangan coba-coba meniru aksi Leo Wattimena. Pesan itu tercetus dari kolega Leo sendiri sesama penerbang, Roesmin Noerjadin. Di kalangan sejawatnya, Leo terkenal sebagai penerbang “gila”. Kepiawaiannya dalam menerbangkan pesawat sambil akrobatik tidak dapat ditandingi siapapun.  


“Saya pernah meniru satu kali, tapi langsung diperingatkan Pak Roesmin Noerjadin, agar jangan meniru orang gila itu lagi,” kenang Moesidjan. Pada 1958, Moesidjan salah satu penerbang pesawat tempur P-51 Mustang dalam Skadron 3 AURI yang bermarkas di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Komandan skadronnya saat itu ialah Roesmin Noerjadin.


“Kalau kamu ulangi, kamu enggak usah jadi penerbang tempur,” kata Roesmin ditirukan Moesidjan dalam Pahlawan Dirgantara: Peranan Mustang dalam Operasi Militer Indonesia suntingan Soemakno Iswadi.


Teguran itu bukan tanpa alasan. Belajar dari pengalaman, seorang penerbang lain pernah mengalami kecelakaan di Pangkalan Udara Hussein Sastranegara, Bandung. Gara-gara mau meniru gaya Leo Wattimena, pesawat yang dikemudikan Letnan I (Udara) Subagyo jatuh menghujam landasan ketika lepas landas. Subagyo pun gugur seketika.


Sebagai jagoan di udara, Leo Wattimena tidak bermodal keberuntungan semata. Dibandingkan rekannya sesama penerbang, Leo selalu mengambil bobot yang lebih berat untuk mengasah kemampuan. Ternyata, Leo diam-diam sudah sering melatih berbagai gaya atraksi di udara. Inilah rahasianya. Dia sering berlatih terbang di atas gumpalan awan dan menganggap awan sebagai landasan.  Ukurannya, kalau sampai pesawat menyentuh awan, berarti pesawat telah jatuh. Setelah berkali-kali percobaan, barulah atraksinya itu dilakukan di atas landasan.  

  

Selain giat berlatih, Leo punya postur tubuh yang menunjang untuk ukuran pilot pesawat tempur. Secara kasat mata, Leo terlihat kekar, berleher pendek, dan bertubuh gempal. Leher pendek sangat menguntungkan bagi penerbang tempur karena jarak jantung memompakan darah ke kepala menjadi dekat. Dengan demikian, sang pilot akan mudah mengatasi kondisi kehilangan kesadaran ketika berada di ketinggian tertentu.


“Postur fisik Leo memang mendukung. Di selalu bisa cepat mengatasi kondisi-kondisi blank itu. Bahkan, ia melakukan sambil tersenyum atau melambaikan tangan kepada teman terbangnya,” tulis Iswadi.


Dengan Mustang kesayangannya, Leo mengangkasa sesuka hati. Begitu pula di kalangan AURI, Leo adalah penerbang tempur yang disegani. Tapi, itu semua tidak membuat Leo lupa daratan. Di balik reputasi gemilang itu, Leo memperlihatkan kehidupan pribadi yang sederhana.

Pada 1956, Leo menikahi Corrie Dingemans seorang perempuan indo asal Jakarta. Pada awal perkawinannya, keluarga Leo tinggal di mess di kawasan Setiabudi. Sebenarnya, Leo sudah ditawari rumah besar di kota tetapi tidak diambilnya karena ingin tinggal di Halim Perdanakusuma. Pada awal 1960, keluarga Leo kemudian berpindah ke Komplek Trikora Halim.


Salah satu kebiasaan Leo yang diingat banyak koleganya adalah secara berkala mengantarkan beras kepada ibunya yang tinggal di Bandung. Dia mengantarkannya langsung dengan pesawat Mustang yang dikemudikan sendiri. Padahal, pekerjaan itu bisa dititipkan kepada anak buahnya.  


Dikisahkan dalam riwayat hidup Leo Wattimena yang disusun Kapten Heri Susanto dari Dispen AU, ketika operasi Trikora pembebasan Irian Barat, Leo pernah mendapat tugas mengirim gula dari Jakarta ke Makassar. Sementara itu, di rumah Leo sendiri sedang tidak ada gula. Alih-alih aji mumpung, Leo malah memilih untuk tidak mau mengambil sedikit pun gula untuk keperluan rumahnya.


“Tanpa gula kita bisa membesarkan anak-anak,” begitu kata Leo kepada istrinya.


Sekali waktu, Leo juga pernah tersulut amarah sebagai tanda solidaritasnya kepada pasukan terdepan. Pada saat makan bersama, Leo tiba-tiba membuang makanan miliknya karena menyaksikan para prajurit yang akan diterjunkan ke Irian Barat cuma dikasih makan tempe. Sementara itu, para perwira tinggi yang duduk di garis belakang mendapat jatah makan dengan lauk daging ayam. Luapan emosional itu semata-mata ditunjukkan Leo karena menghormati hak-hak prajurit yang belum tentu dapat kembali pulang dari pertempuran dengan selamat.


Spirit de corps-nya tinggi. Leo selalu penuh dedikasi,” kenang kolega Leo yang juga mantan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal (Purn.) Ashadi Tjahyadi dikutip Iswadi.


Di hadapan siapapun yang mengenalnya, Leo juga tidak sungkan unjuk kebolehan selain menerbangkan pesawat. Leo memiliki hobi menyanyi, bermain musik, melukis, bahkan memasak. “Kalau ada Leo, tidak pernah sepi,” begitulah teman-temannya mengenang sosok Leo Wattimena.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Banyumas is one of Central Java’s rice-producing regions. However, floods and malaria caused famine in the area. This issue caught the attention of a member of the House of Representatives.
bg-gray.jpg
Percobaan bom nuklir-hidrogen oleh Amerika Serikat di Kepualaun Eniwetok di Pasifik merisaukan seorang anggota DPR. Mendorong pemerintah galang sikap penolakan di pentas internasional.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
Pernah mendirikan band The Steps yang sohor di akhir 1960-an, Tinton Soeprapto justru meninggalkan dunia musik dan kembali ke dunia otomotif.
Pernah mendirikan band The Steps yang sohor di akhir 1960-an, Tinton Soeprapto justru meninggalkan dunia musik dan kembali ke dunia otomotif.
Peristiwa ini berawal dari ketegangan yang dipicu oleh kecemburuan sosial dan tekanan ekonomi. Aksi kekerasan, penjarahan, dan pembakaran meninggalkan luka sosial yang mendalam.
Peristiwa ini berawal dari ketegangan yang dipicu oleh kecemburuan sosial dan tekanan ekonomi. Aksi kekerasan, penjarahan, dan pembakaran meninggalkan luka sosial yang mendalam.
Horison lahir dari stabilitas politik rezim Orde Baru. Majalah sastra berpengaruh ini bertahan selama enam dekade.
Horison lahir dari stabilitas politik rezim Orde Baru. Majalah sastra berpengaruh ini bertahan selama enam dekade.
Dari tuntutan jam kerja hingga perlindungan pekerja. Perjuangan buruh mengalami perubahan, namun tujuannya tetap satu: keadilan.
Dari tuntutan jam kerja hingga perlindungan pekerja. Perjuangan buruh mengalami perubahan, namun tujuannya tetap satu: keadilan.
Berawal dari ahli psikologi ingin mengamati kehidupan narapidana di penjara. Eksperimen ini menjadi eksperimen paling terkenal dan kontroversial.
Berawal dari ahli psikologi ingin mengamati kehidupan narapidana di penjara. Eksperimen ini menjadi eksperimen paling terkenal dan kontroversial.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
transparant.png
bottom of page