top of page

Candaan Bung Hatta dan Kawan-kawan di Bangka

Ditawan di sebuah tempat terpencil dan dijaga ketat plus dipagari kawat berduri membuat Bung Hatta dan kawan-kawan terisolir. Tetap bisa bercanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para pemimpin Republik Indonesia berdiri di depan Hotel Prodeo, Bangka, pada awal tahun 1949, tempat mereka ditahan oleh pemerintah Hindia Belanda setelah Agresi Militer Belanda II. (Wikimedia Commons).

15 Okt 2022
3 menit membaca

Diperbarui: 14 Okt

SETELAH tiga hari ditawan pasukan Belanda di Gedung Agung Yogyakarta, pada 22 Desember 1948 Wakil Presiden Moh. Hatta bersama Presiden Sukarno, Sutan Sjahrir, Haji Agus Salim, Mr. Assaat, Mr. AG Pringgodigdo, dan Komodor Suryadarma diangkut dengan jip yang dikawal sekelompok serdadu bersenjata lengkap ke Lapangan udara Maguwo (kini Lanud Adisucipto). Mereka semua akan dibuang agar Republik Indonesia “musnah”.


Dari Lapangan udara Maguwo, mereka diangkut menggunakan sebuah pesawat bomber ke arah barat. Usai  singgah sejenak di Lapangan udara Cililitan (kini Lanud Halim Perdanakusuma), penerbangan mereka berlanjut tanpa diketahui tujuannya oleh seorang pun dari para pimpinan “Kiblik” yang ditawan itu.


“Setelah kami naik kembali di bomber, kami lihat bomber itu terus terbang ke barat. Bomber itu mendarat di Pangkal Pinang. Lalu, diberitahukan oleh seorang pejabat orang Belanda bahwa di tempat itu diminta turun tuan-tuan, Mohammad Hatta, Mr. Assaat, Mr. Gafar Pringgodigdo, dan Tuan Suryadarma. Kami empat orang diturunkan di Bangka,” kata Bung Hatta dalam otobiografinya, Untuk Negeriku.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Seperti halnya Lebaran, anak-anak dan para jemaat mengenakan baju baru di hari Natal.
Seperti halnya Lebaran, anak-anak dan para jemaat mengenakan baju baru di hari Natal.
Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.
Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Setelah lama berseberangan, pemerintah Jepang akhirnya merekrut sastrawan komunis, Takeda Rintaro. Dikirim ke Jawa untuk memimpin Pusat Kebudayaan.
Setelah lama berseberangan, pemerintah Jepang akhirnya merekrut sastrawan komunis, Takeda Rintaro. Dikirim ke Jawa untuk memimpin Pusat Kebudayaan.
transparant.png
bottom of page