top of page

Cara Keluarga Kerajaan Belanda Perlakukan Karya Raden Saleh

Bertahun-tahun digulung dan tersimpan di Istana Het Loo tanpa pernah dipamerkan. Publik Belanda dikagetkan oleh kabar penjualan lukisan Raden Saleh.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan karya Raden Saleh.

6 Des 2016
3 menit membaca

DALAM kunjungan terakhirnya ke Indonesia November lalu, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyerahkan sebilah keris kepada Presiden Joko Widodo. Ini adalah salah satu dari 1500 barang warisan budaya Indonesia yang dikembalikan oleh Belanda. Walau demikian ada satu karya seni penting yang tidak akan dikembalikan, karena karya seni itu sekarang sudah menjadi milik Singapura.


Arjen Ribbens, wartawan harian sore NRC Handelsblad, mengungkap bagaimana dinasti Oranje yang bertahta di Belanda memperlakukan karya seni berukuran 300 kali 396 centimeter ini. Cukup lama karya ini tak terlihat, ternyata digulung dan disimpan di gudang. Setelah direstorasi bukannya dipajang di salah satu museum besar Belanda, tapi dijual kepada penawar tertinggi.


Pada 1850, pelukis Indonesia Raden Saleh, menghadiahkan lukisan Boschbrand (Kebakaran Hutan) kepada Raja Willem III dalam kapasitasnya sebagai raja Belanda dan Hindia Belanda. Tapi pada 2016 lukisan itu dijual kepada Galeri Nasional Singapura. Dengan berbuat seperti itu maka dinasti Oranje telah menyinggung perasaan Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page