top of page

Cerita di Balik Kedatangan Pele ke Indonesia

Untuk mendatangkan Pele, PSSI mesti merogoh kocek dalam-dalam. Namun, Pele lebih dikenang sebagai pribadi yang hangat di luar lapangan ketimbang pemain kelas dunia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pele dihadapan para wartawan olahraga di ibu kota saat sesi wawancara di lobi Hotel Kartika Plaza, 20 Juni 1972. (Harian Kami, 21 Juni 1972).

2 Jul 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 19 Jun

EDSON Arantes do Nascimento alias Pele datang ke Indonesia pada pertengahan 1972. Saat itu, Pele berusia 32 tahun dan bermain untuk klub Brasil Santos FC. Reputasi mentereng sebagai ujung tombak Brasil kampiun Piala Dunia 1958, 1962, dan 1970 melekat pada diri Pele. Tapi, untuk ukuran pesepakbola profesional, Pele tentu sudah tak muda lagi. Sisa kontraknya untuk bermain di Santos tinggal dua tahun. Kabar santer menyatakan Pele bakal menjadi pelatih setelah kontraknya selesai. Namun, Pele sendiri membantah rumor tersebut.


“Hanya sebagai penasihat untuk pemain-pemain muda dalam kontrak saya dengan Pepsi Cola,” katanya di hadapan awak media Indonesia sesaat setelah mendarat di Bandara Kemayoran pada 19 Juli 1972, sebagaimana diberitakan Harian Kami, 20 Juni 1972.


Kendati telah melewati masa-masa produktif sebagai pemain bola, publik sepakbola Indonesia sangat antusias menyambut kedatangan Pele. Mereka menantikan si raja bola asal Brasil itu “menari” di lapangan utama Senayan saat bertanding menghadapi tim nasional (timnas) Indonesia. Namun, bukan perkara mudah untuk mendatangkan Pele ke Indonesia. Butuh uang dalam jumlah besar sebagai ongkos kepada tim Santos.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
Upaya menghadirkan O-Bahn di kota-kota Indonesia sudah dimulai sejak akhir dekade 1980-an. Terbentur soal dana.
Upaya menghadirkan O-Bahn di kota-kota Indonesia sudah dimulai sejak akhir dekade 1980-an. Terbentur soal dana.
 Dari Filipina, metode “quick count” merambah ke Indonesia di akhir masa Orde Baru. Hasilnya tak pernah meleset jauh dari penghitungan manual.
Dari Filipina, metode “quick count” merambah ke Indonesia di akhir masa Orde Baru. Hasilnya tak pernah meleset jauh dari penghitungan manual.
Cerita ketika Bali diluluhlantakkan oleh pandemi. Kawasan yang dulu ramai kini sepi dan sunyi.
Cerita ketika Bali diluluhlantakkan oleh pandemi. Kawasan yang dulu ramai kini sepi dan sunyi.
Meninjau sebuah wilayah di Jawa Timur saat perang, Kapolri Soekanto bisa saja terbunuh jika datang di waktu yang salah.
Meninjau sebuah wilayah di Jawa Timur saat perang, Kapolri Soekanto bisa saja terbunuh jika datang di waktu yang salah.
transparant.png
bottom of page