top of page

Pele Datang ke Indonesia

Kunjungan Pele jadi peristiwa bersejarah dalam sepakbola Indonesia. Dia datang dengan status pemain terbaik dunia yang mengantarkan Brasil tiga kali juara Piala Dunia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pele (tengah) bersama dua pemain Indonesia Jacob Sihasale dan penjaga gawang Ronny Paslah sesaat sebelum pertandingan antara Santos FC vs Timnas PSSI, Rabu 21 Juni 1972. (Harian Kami, 23 Juni 1972).

26 Jun 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 19 Jun

SESOSOK pria tegap berambut keriting dan berkulit gelap turun dari pesawat Garuda dengan nomor penerbangan 899/892 di Bandara Kemayoran, Senin sore, 19 Juni 1972. Di landasan, ratusan orang telah menantinya berdesak-desakan. Meski bukan tamu resmi kenegaraan, dia disambut bak raja. Orang-orang tak henti meneriakkan namanya, “Pele…Pele..Pele!” 


“Lebih dari sambutan kepada Ratu Juliana,” kata seorang pemuda yang ikut berjejal-jejal di antara lautan manusia yang membuat sempit Jl. Patrice Lumumba (kini Jl. Angkasa), demikian diberitakan Harian Kami, 20 Juni 1972.


Demikianlah suasana kedatangan Edson Arantes do Nascimento alias Pele di Indonesia. Kunjungan pesepakbola asal Brasil itu bertepatan dengan puncak prestasinya sebagai pemain dengan gelar juara dunia tiga kali. Brasil baru saja menjuarai turnamen sepakbola Piala Dunia 1970 di Meksiko. Kesebelasan Brasil saat itu disebut-sebut yang terbaik sepanjang sejarah. Pele menjadi striker andalan Brasil dengan torehan enam gol. Sebelumnya, Pele juga membawa Brasil jadi kampiun Piala Dunia 1958 dan 1962.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
Upaya menghadirkan O-Bahn di kota-kota Indonesia sudah dimulai sejak akhir dekade 1980-an. Terbentur soal dana.
Upaya menghadirkan O-Bahn di kota-kota Indonesia sudah dimulai sejak akhir dekade 1980-an. Terbentur soal dana.
 Dari Filipina, metode “quick count” merambah ke Indonesia di akhir masa Orde Baru. Hasilnya tak pernah meleset jauh dari penghitungan manual.
Dari Filipina, metode “quick count” merambah ke Indonesia di akhir masa Orde Baru. Hasilnya tak pernah meleset jauh dari penghitungan manual.
Cerita ketika Bali diluluhlantakkan oleh pandemi. Kawasan yang dulu ramai kini sepi dan sunyi.
Cerita ketika Bali diluluhlantakkan oleh pandemi. Kawasan yang dulu ramai kini sepi dan sunyi.
Meninjau sebuah wilayah di Jawa Timur saat perang, Kapolri Soekanto bisa saja terbunuh jika datang di waktu yang salah.
Meninjau sebuah wilayah di Jawa Timur saat perang, Kapolri Soekanto bisa saja terbunuh jika datang di waktu yang salah.
transparant.png
bottom of page