top of page

Pele Datang ke Indonesia

Kunjungan Pele jadi peristiwa bersejarah dalam kancah sepakbola Indonesia. Dia datang dengan status pemain terbaik dunia yang mengantar Brazil tiga kali juara piala dunia.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 26 Jun 2024
  • 3 menit membaca

SESOSOK pria tegap berambut keriting dan berkulit gelap turun dari pesawat Garuda dengan nomor penerbangan 899/892 di Bandara Kemayoran, Senin sore, 19 Juni 1972. Di landasan, ratusan orang telah menantinya berdesak-desakan. Meski bukan tamu resmi kenegaraan, dia disambut bak raja. Orang-orang tak henti meneriakkan namanya, “Pele…Pele..Pele!” 


“Lebih dari sambutan kepada Ratu Juliana,” kata seorang pemuda yang ikut berjejal-jejal di antara lautan manusia yang membuat sempit Jl. Patrice Lumumba (kini Jl. Angkasa), demikian diberitakan Harian Kami, 20 Juni 1972.


Demikianlah suasana kedatangan Edson Arantes do Nascimento alias Pele di Indonesia. Kunjungan pesepakbola asal Brazil itu bertepatan dengan puncak prestasinya sebagai pemain dengan gelar juara dunia tiga kali. Brazil baru saja menjuarai turnamen sepakbola Piala Dunia 1970 di Meksiko. Kesebelasan Brazil saat itu disebut-sebut yang terbaik sepanjang sejarah. Pele menjadi striker andalan Brazil dengan torehan enam gol. Sebelumnya, Pele juga membawa Brazil jadi kampiun Piala Dunia 1958 dan 1962.



Pele punya kemampuan komplit sebagai pesepakbola. Mulai dari teknik, kecepatan, hingga kekuatan fisik di atas rata-rata untuk ukuran pemain kelas dunia. Publik sepakbola begitu menikmati suguhan Pele ketika menggocek si kulit bundar yang menjadi ciri khas sepakbola indah ala Brazil. Belum lagi aksinya yang memukau ketika membobol gawang lawan. Hingga 1970, Pele diperkirakan telah mencetak lebih dari 1000 gol dalam pertandingan resmi.


Warga Jakarta sangat antusias menyambut kedatangan Pele di Bandara Kemayoran. Pele saat itu berusia 32 tahun dan bermain di klub Brazil Santos FC. Kedatangannya ke Indonesia dalam rangka tur pra-musim kesebelasan Santos ke Asia dan Australia. Tim Santos lebih dulu menyambangi Australia kemudian melanjutkan tur ke Jakarta.


Tim Santos yang dibawa ke Indonesia terdiri dari 13 pemain dengan 3 official. Satu di antara official tim yaitu Emilio Colella, wartawan majalah olahraga Brazil Agazeta Esportiva. Di jajaran pemain antara ada Cefas (kiper), Orlando (nomor punggung 2), Vicente (3), Nene (4), Altiro (5), Ze Carlos (6), Jaider (7), Leo (8), Alcindo (9), Pele (10), Edu (11), Adilsu (15), Fereira (16), Turicay (14), dan Alfesinho (17). Rombongan tim dipimpin oleh manajer Jorge A. Gutmann  



Saat turun dari pesawat yang membawa rombongan tim Santos, Pele mendapat kalungan bunga dari bintang film Baby Huwae. Para wartawan berdesak-desakan membidik potret Pele di antara kerumunan massa. Aparat kepolisian dari satuan Tekab dan petugas keamanan bandara tampak kewalahan menjaga Pele. Pengawalan ketat memang bagian dari permintaan tim Santos agar insiden kurang menyenangkan sewaktu tur di Jepang tidak terulang.


“Mereka meminta pengawalan khusus bagi Pele untuk mencegah kejadian yang tidak enak, seperti di Tokyo. Di antaranya, Pele diserbu wanita-wanita selama di hotelnya,” ucap Sekretaris Umum PSSI Joemarsono dikutip Kompas, 17 Juni 1972.


Kedatangan Pele ke Indonesia, menurut situs resmi FIFA dalam laman fifa.com, menunjukkan semakin besarnya pengaruh Indonesia di dunia sepakbola. Untuk mendatangkan Pele, PSSI mesti mengeluarkan dana sebesar $40.000 ditambah $5.000 untuk tiket perjalanan. Uang sebanyak itu digelontorkan PSSI demi memastikan pemain terbaik dunia itu akan menampilkan keahliannya di tanah Indonesia.



“Komitmen finansial tersebut tentu saja menunjukkan keinginan negara tersebut untuk mempromosikan sepak bola dan menjadikan dirinya sebagai tujuan utama acara olahraga internasional,” dilansir fifa.com.


Selama kunjungan di Jakarta, Pele dan tim Santos tinggal di Hotel Kartika Plaza, Jakarta Selatan. Dalam konferensi pers sesaat setelah kedatangannya, Pele dalam bahasa Portugis mengaku senang berkesempatan mengunjungi Indonesia untuk kali pertama. Pele juga mengomentari perkembangan sepakbola di Asia yang sebenarnya kaya dengan pemain berbakat. Namun, Pele menyoroti kelemahan para pemain yang terletak pada visi bermain.


“Saya sangat surprised menyaksikan permainan pemain-pemain bola di sini. Mutunya sudah cukup tinggi, tetapi sayang mereka masih sering melakukan gerakan-gerakan yang kurang berguna,” kata Pele dikutip Harian Kami.



Menurut Pele, kelemahan yang paling menonjol dari pemain sepakbola Asia adalah pada kekurangan melakukan improvisasi. Teknik improvisasi bagi Pele sangat penting dalam permainan sepakbola modern. “Tidak ada gunanya lari-lari mencari bola atau mengelilingi lapangan jika memang tidak efektif,” jelas Pele.


Kunjungan Pele ke Indonesia dipungkasi dengan pertandingan antara Santos FC melawan Timnas PSSI pada hari Rabu, 21 Juni 1972. Pertandingan digelar di Stadion Utama Senayan (kini Gelora Bung Karno) yang dipadati penonton sejumlah hampir 100.000 orang.  Dalam laga persahabatan itu, Santos unggul tipis 3-2 atas kesebelasan Indonesia. Satu dari tiga gol Santos dicetak oleh Pele dari titik pinalti pada menit ke-35.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Daerah konflik jadi penempatan Sudiro sejak awal menjadi pejabat. Dimulai dari Surakarta, berakhir di Sulawesi yang penuh pergolakan.
bg-gray.jpg
Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
bg-gray.jpg
Sudiro berjuang melalui pendidikan dan partai politik, membuatnya masuk daftar hitam. Pengikut Sukarno ini dipenjara hingga sempat tak bisa berbicara.
bg-gray.jpg
Masyarakat Betawi telah memiliki tradisi literasi. Bahkan, mereka sudah mengenal penyewaan naskah.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
transparant.png
bottom of page