MESKI sudah lulus kuliah dan meraih gelar insinyur, Doel (diperankan Rano Karno) tak kunjung mendapat pekerjaan. Sabeni (Benyamin S), ayah Doel, gelisah bukan kepalang lantaran sudah menghabiskan banyak harta untuk menyekolahkan Doel. Leila (Aminah Cendrakasih) lantas menyarankan Sabeni berziarah ke makam leluhur. Begitulah tradisi Betawi kaulan, yaitu janji untuk menunaikan nazar atas berkah yang dirindukan.
Sabeni setuju usulan istrinya. Keesokan hari, oplet, kendaraan andalan keluarga Sabeni, mengantar rombongan ke Senayan. Mereka antara lain Sabeni, Leila, Engkong Ali (mertua Sabeni diperankan Haji Tile), Mandra (adik ipar Sabeni), Doel, dan Atun (putri bungsu Sabeni diperankan Suti Karno). Mandra bahkan membawa teko berisi kopi sebagai suguhan saat ziarah. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Stadion Istora Senayan (kini Gelora Bung Karno). Lanjut kemudian ke lapangan golf Senayan, tempat ayah Sabeni dimakamkan.
Setibanya di Stadion Senayan, Sabeni sekeluarga menggelar tikar. Sabeni lantas berkisah di tempat itulah dirinya dilahirkan. Di sudut sana dia bilang dulu ada pohon gatet. Di sudut lain ada tempat jamban. Tiba-tiba, seorang pelatih sepakbola datang mengusir mereka karena lapangan sedang dipakai untuk latihan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















