top of page

Cerita Hamka Ditipu

Buya Hamka tak pernah menyangka orang yang terlihat baik kepadanya ternyata memiliki niat yang jahat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Hamka dalam KTT Islam di Thaif, Mekah, Arab Saudi tahun 1981 (Foto: koleksi keluarga Hamka)

17 Jun 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 17 Feb

SELAMA masa perang kemerdekaan (1946-1949), Buya Hamka dan keluarga kecilnya tinggal di Sumatra. Di tempat kelahirannya itu Hamka diamanahi tugas menjadi pengurus Muhammadiyah. Sebagai pimpinan cabang Minangkabau, Hamka terbiasa berkeliling kampung untuk sekedar bercengkrama dengan masyarakat atau mengunjungi koleganya, sambil secara langsung melihat kondisi masyarakat di tengah gejolak perang yang melanda tanah air.


Dalam pengembaraannya ke kampung-kampung, Hamka selalu diterima dengan baik. Dalam memoarnya, Pribadi dan Martabat Buya Hamka, Rusydi Hamka bercerita bahwa dia dan Hamka seringkali dijamu makan mendadak oleh masyarakat. Meski tidak terlalu mewah, putra pertama Hamka ini menyebut jamuan semacam itu selalu menyenangkan bagi mereka.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page