- 23 Jul 2018
- 3 menit membaca
Diperbarui: 21 Jul
SEBAGAI anak-anak, Hetty Kabir masih ingat situasi di Sukabumi pada 26 Juli 1947. Perempuan kelahiran tahun 1937 tersebut melukiskan bagaimana pagi itu belasan pesawat terbang melayang-layang di atas kota sambil melepaskan bom-bom yang menghancurkan beberapa tempat strategis.
“Salah satunya Stasiun Kereta Api Sukabumi yang langsung porak poranda terkena bom Belanda,” kenang putri Mayor Harun Kabir, salah seorang perwira Divisi Siliwangi.
Sadar akan bahaya mengancam, siang itu juga sebagian besar masyarakat Sukabumi mengungsi ke luar kota. Sementara itu, kekuatan Brigade Surjakantjana yang menjadi penanggung jawab kemananan wilayah Bogor, Sukabumi, dan Cianjur alih-alih melakukan perlawanan, mereka terpaksa mundur ke arah Nyalindung. Di kota yang terletak antara Cianjur dengan Sukabumi tersebut, TNI bekerjasama dengan para pejabat sipil, mereka lantas mendirikan pemerintahan darurat.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















