- 4 Jan 2023
- 2 menit membaca
Diperbarui: 3 Jul
DULU waktu Perang Dunia II, tingkat stres anggota militer Sekutu sangat tinggi. Dari golongan perwira sampai tamtama, ada yang rela melepas pangkat untuk antri di rumah bordil. Pekerja seks komersial (PSK) di sebuah rumah bordil di Sidney, Australia, pernah mendapat begitu banyak tamu bahkan ada kalanya nyaris tanpa jeda.
“Saking capeknya, PSK-PSK itu dengan hanya memakai bikini saja bilang next (berikutnya) sambil menunjuk kamar mana yang harus dipakai,” kata Abdulrachman Atmosudirdjo, tahanan politik (tapol) Pulau Buru menceritakan pengalaman masa mudanya kepada kawan-kawan sesama tapol.
Kisah itu diceritakan Tedjabayu, tapol Pulau Buru, dalam memoarnya, Mutiara dari Padang Ilalang.
Siapakah Abdulrachman Atmosudirdjo?
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















