top of page

Dari Bekas KNIL ke Yonif 600

Awalnya bekas KNIL biasa berkumpul dalam satu kompi atau batalyon. Setelah beberapa tahun mereka disebar ke berbagai satuan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kompi Senapan C Yonif 600/Modang Kodam VI/Mulawarman. (Instagram Kodam VI/Mulawarman).

12 Des 2022
3 menit membaca

Diperbarui: 17 Mei

SULTAN Hamid II dkk. boleh saja tidak setuju dengan kedatangan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) dari Jawa ke Kalimantan Barat. Namun, akhirnya TNI masuk juga ke Kalimantan dan Sultan Hamid II dkk. tak bisa berbuat apa-apa.


Akhir Juni 1950, terbentuk dua batalyon baru di Kalimantan Barat. Batalyon A yang berasal dari batalyon Pagaruyung, Sumatra Barat, dipimpin Mayor Mustafa Kamal. Sementara Batalyon B isinya bermacam-macam.


Menurut buku Tandjungpura Berdjuang Sedjarah Kodam XII/Tandjungpura, Kalimantan Barat, Batalyon B terdiri dari bekas tentara reguler dari Koninklijke Nederlandsche Indische Leger (KNIL) dan pasukan federal Veileigheids Batalyon (VB) Kalimantan Barat yang disponsori Belanda. Ditambah Kompi Pancasila dan pemuda lainnya yang baru dididik.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page