- 12 Des 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 17 Mei
SULTAN Hamid II dkk. boleh saja tidak setuju dengan kedatangan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) dari Jawa ke Kalimantan Barat. Namun, akhirnya TNI masuk juga ke Kalimantan dan Sultan Hamid II dkk. tak bisa berbuat apa-apa.
Akhir Juni 1950, terbentuk dua batalyon baru di Kalimantan Barat. Batalyon A yang berasal dari batalyon Pagaruyung, Sumatra Barat, dipimpin Mayor Mustafa Kamal. Sementara Batalyon B isinya bermacam-macam.
Menurut buku Tandjungpura Berdjuang Sedjarah Kodam XII/Tandjungpura, Kalimantan Barat, Batalyon B terdiri dari bekas tentara reguler dari Koninklijke Nederlandsche Indische Leger (KNIL) dan pasukan federal Veileigheids Batalyon (VB) Kalimantan Barat yang disponsori Belanda. Ditambah Kompi Pancasila dan pemuda lainnya yang baru dididik.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















